Pemanfaatan Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit

Pemanfaatan Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit

11:17 30 November in Artikel
0 Comments

Pemanfaatan Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit Bahan Baku Unit Usaha Produksi Pelet

 Oleh :

Hamdani dan T. Azuar Rizal

 Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006 mengenai Kebijakan Energi Nasional, PLN merencanakan pengembangan panas bumi yang sangat besar, pembangkit tenaga air skala besar, menengah dan kecil serta EBT tersebar berupa PLTS (tenaga surya), PLTB (tenaga angin), biomassa, biofuel dan gasifikasi batubara (energi baru). Hal ini didorong oleh semangat PLN untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat terpencil untuk memperoleh akses ke tenaga listrik lebih cepat.

Salah satu potensi EBT biomasa adalah Limbah padat di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang terdiri dari tandan kosong (empty fruit bunch/EFB atau TKS), cangkang (shell) dan serabut (fibre). Biomassa, biasanya mengandung dua komponen utama, yaitu; komponen yang dapat  terbakar (combustible) dan komponen yang tak dapat dibakar (uncombustible). Komponen dasar yang tak dapat terbakar adalah air (water) dan abu (ash). Sedangkan bahan yang dapat dibakar adalah gas dan karbon (charcoal). Perbedaan utama antara bahan bakar biomassa dengan batu bara adalah kandungan volatile matter yang tinggi dan kandungan abu yang rendah pada bahan bakar biomassa. Kandungan air pada bahan bakar biomassa bervariasi antara 10 – 70%. Ketersediaan bahan bakar biomassa paling banyak dihasilkan dari limbah hasil pengolahan pertanian atau perkebunan.

  1. Perkebunan Nusantara I yang terletak di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa mengelola PKS Tanjung Seumantoh dan PKS Pulo Tiga, dengan kapasitas pengolahan 317.731 Ton TBS/tahun. Dari pengolahan tersebut menghasilkan produk samping (limbah) berupa biomassa sawit, yaitu; serat 15%, cangkang 7%, dan tandan kosong sawit (TKS) 23%, total biomassa yang sekitar 93.730,59 Ton/tahun. Limbah tersebut menjadi permasalahan dalam penyimpanan dan pemanfaatannya. Biomassa tersebut memiliki kandungan air mencapai > 65 %, sehingga tidak dapat dimanfaatkan langsung sebagai bahan bakar.

            Pemanfaatan limbah biomassa sawit dalam bentuk pelet adalah salah satu solusi dalam meningkatkan nilai tambah dari biomassa tersebut. Telah banyak pabrik pelet biomassa sawit yang telah dikembangkan, dan hasil produksinya dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar berbentuk pelet atau arang.

            Proses peletisasi Tandan Kosong Sawit terdiri dari tiga proses utama, yaitu penyiapan dan penanganan bahan baktu secara efektif dan ekonomis, pembriketan (pemadatan) menghasilkan pelet, penanganan pasca-pelet. Tahapan penyiapan bahan baku melibatkan lima langkah, yaitu tahap double stage press, sieving, second stage shredding, drying and grinding. Tahapan ini menghasilkan pelet dengan ukuran yang diinginkan (<1 cm) dan penghilangan kandungan bahan lain dan menghasilkan pelet dengan kadar air <15%). Salah satu peralatan penting dalam proses tersebut adalah alat proses pengeringan yang membutuhkan energi luar yang beres. Untuk menanggulangi persoalan tersebut daihrapkan pabrik pengolahan limbah biomassa sawit menjadi pelet dapat dibangun tidak terlalu jauh dari lokasi Pabrik Kelapa Sawit Tanjong Seumantoh atau PKS Pulo Tiga.

            Tahapan selanjutnya adalah pembuatan pelet dengan spesifikasi akhir diharapkan memiliki kandungan abu yang rendah (<4%), pelet bentuk silinder dengan ukuran , 8 mm, 30 – 40 mm dan berat 2,3-2,7 g. Pelet biasanya dikemas dan dijual dengan kapasitas kemasan 800 kg.

            Berdasarkan asumsi bahwa permintaan dunia terhadap pelet biomassa sawit akan terus meningkat  selama 10 tahun ke depan yang mencapai 33 juta ton pertahun. Dimana saat ini disuplai oleh negara Eropa 76%, 15% dari Amerika utara,  9% dari Korea Selatan dan Jepang. Dengan ketersediaan bahan baku  dari PKS Tanjong Semantoh dan Pulo Tiga, maka pabrik pelet dirancang memiliki kapasitas produksi 6 ton pelet/hari atau 27.000 ton/tahun.

admin

unsam@unsam.ac.id

Upt-Tik Web Development