Hubungan Kecerdasan Kinestetik dengan Kemampuan Dasar Melakukan Shooting dalam Sepak Bola

Hubungan Kecerdasan Kinestetik dengan Kemampuan Dasar Melakukan Shooting dalam Sepak Bola

12:37 03 December in Artikel
0 Comments

HUBUNGAN KECERDASAN KINESTETIK DENGAN KEMAMPUAN

DASAR MELAKUKAN SHOOTING DALAM PERMAINAN

SEPAK BOLA PADA TIM TUNGKOB UNITED FC

KABUPATEN ACEH BESAR

  1. Latar Belakang Masalah

Pembinaan dan pengembangan olahraga merupakan bagian dari upaya mewujudkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Karena kegiatan olahraga merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan kesegaran jasmani dan kesegaran jasmani adalah bagian integral dari pembangunan bangsa sekaligus merupakan wahana yang efektif untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia dan Masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri (Keputusan Menpora, 1999:5). Berkaitan dengan sistem pembinaan dan pengembangan olahraga pemerintah Indonesia membentuk suatu wadah organisasi nasional yaitu KONI yang menaungi berbagai cabang olahraga antara lain olahraga sepak bola.

Kecerdasannya dalam mengolah latihan, aspek-aspek latihan, pengembangan faktor-faktor lain yang mendukung dalam pelatihan Sepak bola, misalnya factor fisik, teknik, taktik, mental dan kematangan juara. (Sajoto, 1998:7). Berhasil baik atau tidaknya tergantung kepada bermacam macam factor. Adapun faktor-faktor itu dapat dibedakan menjadi dua yaitu faktor internal yang ada pada diri sendiri kita sebut juga sebagai faktor individual dan faktor eksternal yang ada di luar individu yang disebut sebagai faktor lingkungan, yang termasuk ke dalam faktorinternal antara lain: faktor kematangan atau pertumbuhan fisik, kecerdasan (inteligensi), latihan, motivasi, dan faktor pribadi.

Sedangkan yang termasuk faktor eksternal antara lain faktor keluarga atau keadaan rumah tangga orang tua, guru, media yang digunakan dalam proses belajar dan mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi lingkungan. (Purwanto, 2006:102).

Kecerdasan secara garis besar dapat di bagi menjadi tujuh jenis kecerdasan. Yaitu: kecerdasan linguistik, kecerdasan logis matematika, kecerdasan visual spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal. (Gardner, 1987:36).

Kecerdasan-kecerdasan tersebut bisa saja berdiri sendiri dan juga tergabung dengan beberapa kecerdasan lainnya, setiap orang memiliki ketujuh kecerdasan atau lebih hanya saja tingkatannya yang bervariasi dari rendah hingga tinggi. Orang yang pada dirinya tergabung kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal mungkin terjun dalam dunia olahraga yang mengedepankan individu atau tim. (Jasmine, 2007:31).

Dewasa ini Sepak bola telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini bisa kita perhatikan pada peralatan, sarana dan prasarana olahraga yang dipakai, contohnya digunakannya bola pintar, kamera pengawas dan yang lebih menakjubkan lagi adalah stadion, yang mana stadion tersebut bisa membuka sendiri saat ada hujan ataupun panas. Prestasi yang tinggi bukan hanya dipengaruhi oleh sarana dan prasarana, tetapi juga aspek biologis psikologis, dan lingkungan.

Menurut Aris Setiawan menyatakan bahwa salah satu faktor yang sangat menentukan prestasi olahraga nasional adalah konsep latihan (Training) itu sendiri. Sepak bola Nasional (apalagi regional/lokal), yang disebut latihan Sepak bola lebih sering hanya bermain ”bermain bola”. Latihan Sepak bola hanya dianggap sekedar berkumpul-kumpul saja, tendang bola sebentar langsung “ Bermain Sepak bola” sebelas lawan sebelas di lapangan. Bisa dibayangkan, dalam satu kali “ Bermain Sepak bola” berapa kali rata-rata pemain melakukan shooting hanya 10-20 kali saja, dan dengan semakin berbakat seseorang, dia akan semakin menonjol, tetapi bagi yang “ kurang berbakat” maka ia akan semakin tertinggal. Karena dilatih untuk “ Bermain sepak bola” maka teknik shooting dalam permainan Sepak bola pun tidak berkembang. Kita perhatikan gerakan-gerakan para pemain Sepak bola, di situ ada terdapat gerakan lari, dan shooting adalah salah satu teknik menendang dalam suatu pola gerak yang diperlukan pemain dalam menjalankan tugasnya dalam bermain Sepak bola. Menurut Sucipto, dkk (2000:8) gerakan yang paling dominan dalam permainan Sepak bola adalah shooting. Dengan gerakan shooting saja anak-anak sudah dapat bermain Sepak bola. Dilihat dari rumpun gerak dan keterampilan dasar, terdapat tiga dasar keterampilan di antaranya adalah Lokomotor, Non Lokomotor dan Manipulatif. Pemain yang memiliki teknik shooting yang baik, akan mampu bermain secara efisien. Tujuan shooting bola adalah untuk menembak ke gawang (shooting Ad The Goal). Menurut hasil pengamatan yang penulis lakukan pada Tim sepak bola Tungkob United FC Kabupaten Aceh Besar ada hubungannya dengan Kecerdasan Kinestetik, hal ini dibuktikan oleh perilaku mereka sehari-hari yang cenderung hidup aktif.

 

  1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Suatu penelitian yang tertuju pada masalah yang timbul pada masa sekarang ini dinamakan penelitian deskriptif, sebagaimana dikemukakan oleh Surahcmad, (1982:139) penyelidikan deskriptif tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang. Jadi penelitian ini adalah tergolong dalam penelitian korelasional. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu suatu bentuk penelitian yang ditunjukan untuk mendeskripsikan fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktifitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena lainnya. (Arikunto, 2010-72). Sejalan dengan tujuan dari penelitian ini.

 

  1. Rancangan Penelitian

          Dalam rancangan penelitian ini, subjek terdiri dari satu kelompok Test. Langkah-langkah yang akan dilakukan adalah melakukan pengukuran (tes) kecerdasan Kinestetik ( Variabel X) yaitu dengan cara menyebarkan butiran angket kepada peserta tes atau para pemain sepakbola tungkob united fc, namun dalam tes ini yang menjadi variabel adalah kecerdasan kinestetik yaitu (variabel X). Selanjutnya pengumpulan data nilai Shooting sebagai (variabel Y), sehingga data-data kecerdasan kinestetik (variabel X) dapat dikorelasikan dengan data-data nilai

X

Y

hooting kearah gawang (variabel Y).

Keterangan :X = Hasil tes kecerdasan Kinestetik.           Y = Nilai Shooting.

  1. Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan untuk melihat Korelasi kecerdasan kinestetik, dengan Hasil Shooting Sepak bola ke arah gawang adalah dengan menggunakan korelasi dari Karl Pearson.

          Sebelum melakukan uji analisis terlebih dahulu melakukan uji persyaratan untuk mengetahui kelayakan data serta sumbangan X dan Y. Uji persyaratan tersebut meliputi beberapa tahap uji dengan menggunakan hasil perhitungan SPSS 16.0 for window sebagai berikut:

  • Uji Rata-rata

  • Uji Normalitas

          Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya data yang akan dianalisis.

  • Uji Homogenitas

          Uji homogenitas variansi digunakan untuk mengetahui seragam tidaknya variasi sampel-sampel yang diambil dari populasi yang sama dalam penelitian.

  • Uji Korelasi Antar Variabel

            Kegunaan dari korelasi ini adalah yaitu untuk menguji signifikansi dua variabel dan mengetahui ada tidaknya hubungan. Dalam penelitian ini analisis korelasi Pearson digunakan untuk menjelaskan derajat hubungan antara variabel bebas (independen) dengan variabel terikat (dependen) dengan nilai : -1 ≤ r ≤ 1, di mana :

  1. Bila nilai r = -1 atau mendekati -1, maka korelasi kedua variabel dikatakan sangat kuat dan negatif artinya sifat hubungan dari kedua variabel berlawanan arah, maksudnya jika nilai X naik maka nilai Y akan turun atau sebaliknya.

  2. Bila nilai r = 0 atau mendekati 0, maka korelasi dari kedua variabel sangat lemah atau tidak terdapat korelasi sama sekali.

Bila nilai r = 1 atau mendekati 1, maka korelasi dari kedua variabel sangat kuat dan positif, artinya hubungan dari kedua variabel yang diteliti bersifat searah, maksudnya jika nilai X naik maka nilai Y juga naik atau sebaliknya

  1. Hasil Penelitian

  • Hasil Uji Normalitas

          Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji kolmogorov-smirnov test. Santoso, (2002:36) yang menyatakan apabila nilai signifikansi > 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal, sebaliknya apa bila nilai signifikansi < 0,05 maka data tersebut berdistribusi tidak normal. Hasil uji normalitas data dengan menggunakan uji kolmogorov-smirnov test seperti terlihat dalam output di bawah ini:

Tabel 1. hasil perhitungan normalitas (Kecerdasan Kinestetik).

Tes Normality

Kolmogorov-Sminov

Shapiro-Wilk

Statistics

df

Sig.

Statistics

Df

Sig.

Kecerdasan Kinesteteik

0,190

20

0,058

0,914

20

0,075

Shooting ke arah Gawang

0,291

20

0,000

0,705

20

0,000

(Lilliefors significance Correction)

Hasil perhitungan SPSS 16,0 for windo di atas, dapat dilihat bahwa nilai sig untuk kelompok data yaitu 0,075 untuk kecerdasan kinestetik.

Tabel 2 hasil perhitungan normalitas (Shooting Kearah Gawang).

Tes Normality

Kolmogorov-Sminov

Shapiro-Wilk

Statistics

df

Sig.

Statistics

Df

Sig.

Kecerdasan Kinesteteik

0,190

20

0,058

0,914

20

0,075

Shooting ke arah Gawang

0,291

20

0,000

0,705

20

0,000

Hasil perhitungan SPSS 16,0 for windo di atas, dapat dilihat bahwa nilai sig untuk kelompok data yaitu 0,000 untuk Shooting Ke arah Gawang

Hasil perhitungan SPSS 16,0 for windo dari kedua linai sig tersebut dari variabel X lebih besar dari 0,05 sedangkan variabel Y linai nya kurang dari 0,05 maka dapat diartikan bahwa data yang berkaitan dengan kecerdasan kinestetik, dan Shooting kearah Gawang distribusinya berlawanan arah, maka dari itu dapat di lakukan analisis korelasi antar variabel.

  • Homogenitas

Tabel 3 Hasil Uji Homogenitas X Dengan Y.

Test of Homogenetity of Variaces

Kecerdasan Kinestetik

Levene Statistic

df1

df2

sig.

0.370

1

17

0,551

          Hasil perhitungan SPSS 16,0 for windo di atas dapat diketahui bahwa hasil dari signifikan uji homogenitas variabel Kecerdasan Kinestetik dengan Shooting Ke arah Gawang adalah 0,551. hal ini dapat dinyatakan bahwa nilai signifikan 0,551 > 0,05 sehingga nilai data dari Kecerdasan Kinestetik dengan Shooting Ke arah Gawang mempunyai uji nilai yang Homogen.

  1. Uji Korelasi Antar Variabel

          Adapun pengkuadratannya dari Kecerdasan Kinestetik, dengan Shooting Kegawang sebagai berikut:

Tabel 4 Uji Korelasi Antar Variabel (Sumber: SPSS 16,0 for windo)

          Dari hasil perhitungan SPSS 16,0 for windo di atas dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif sebesar 0,311 antara Kecerdasan Kinestetik dengan Shooting kegawang pada Tim Tungkob United Fc Aceh Besar Tahun Ajaran 2013.

Berdasarkan tabel Interprestasi Koefisien Korelasi pada BAB III, maka koefisien korelasi yang ditemukan sebesar 0,311 dan termasuk pada kategori Rendah Jadi terdapat hubungan yang rendah antara Kecerdasan Kinestetik dengan Hasil Shooting kegawang pada Tim Tungkob United Fc Aceh Besar Tahun Ajaran 2013.

Harga r hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga r tabel. Untuk taraf signifikan 0,091 dan n = 20, maka r tabel = 0.378 (Lihat Lampiran pada Halaman 42) dan r hitung = 0,311. Hal ini dapat disimpulkan bahwa r hitung < r tabel 0 ,311. < 0.378 ) berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Kecerdasan Kinsetetik (X) dan Shooting Kegawang (Y).

  1. Pembuktian Hipotesis

          Untuk menguji signifikansi hubungan, yaitu apakah hubungan yang ditemukan itu berlaku untuk seluruh populasi yang berjumlah 20 orang, maka selanjutnya hasil dari r hitung diuji menggunakan rumus uji korelasi Product Moment sebagai berikut:

Tabel 5. Hasil Pembuktian Hipotesis.

(Dependent Variable: Shooting Kearah Gawang)

          Hasil perhitungan SPSS 16,0 for windo di atas diperoleh harga t-hitung = 0,718 dengan taraf signifikan nyat α = 0,05 dan dk = n – 2 = 20 – 2 = 18. Selanjutnya Ha diterima jika t-hitung > t-tabel (Lihat Lampiran pada Halaman 41). Berdasarkan daftar t-tabel = 1.734 dapat dilihat bahwa t-hitung < t-tabel yaitu 0,718 < 1.734. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima.

  1. Pembahasan

   Berdasarkan analisis data penelitian menunjukkan korelasi (rxy) X dengan Y sebesar 0,311 dengan t hitung = 0,718 < 1.725 maka Ha diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Kecerdasan Kinestetik dengan Shooting Kegawang, pada Tim Tungkob United Fc Kabupaten Aceh Besar Tahun Ajaran 2013. Tinggi atau rendahnya peranan kecerdasan Kinestetik, terhadap Shooting kegawang disebabkan oleh banyaknya faktor yang mempengaruhi Shooting itu sendiri. Hasil Shooting menunjukkan taraf kemampuan atlit dalam mengikuti program latihan dalam waktu tertentu sesuai dengan apa yang telah ditentukan. Tes Shooting yang diukur adalah kemampuan melakukan Shooting kearah gawang pada pemain sepakbola Tungkob United Fc.

          Banyak hal yang mempengaruhi hasil penelitian antara lain adalah :

  • Kesungguhan hati: Hal ini memang sangat sukar untuk dicegah, karena. semua ini berasal dari dalam diri individu, sehingga hasil tes akan berpengaruh.

  • Faktor kondisi fisik: Bila dicermati dengan teliti masalah kondisi fisik individu, dimana pada pagi hari masih melakukan kegiatan proses belajar mengajar yang banyak menyita fikiran dan tenaga yang mengakibatkan energi banyak terkuras dan berakhir pada kelelahan.

  • Waktu Penelitian: Waktu penelitian hanya dilakukan satu hari, hal ini akan menghasilkan data yang kurang baik, seandainya pengambilan data tersebut dilakukan lebih dari satu hari mungkin hasilnya akan lebih baik.

  • Pengambil data: Kesalahan dan kekhilafan pengambil data dapat saja terjadi. Hal ini terjadi karena kurang ketelitian dari peneliti.

  1. Penutup

   Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti mengenai hubungan antara Kecerdasan Kinestetik dengan Shooting ke arah gawang pada Tim Tungkob United Fc Aceh Besar Tahun 2013, maka penulis akan mengemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Nilai korelasi (r) antara kecerdasan kinestetik (X) dengan Shooting ke arah Gawang (Y) sebesar 0,311 dengan t hitung = 0,718 < 734 menunjukkan korelasi yang rendah, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikannya rendah antara kecerdasan kinestetik dengan Shooting ke arah gawang pada Tim Tungkob United Fc Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anoname, 2001.Teknik Dasar Pesepakbola    Indonesia Sangat Rendah. http:         archieve.com/sport @             indoglobal.com/msg 00162. html.       (16 Mei 2006)

Arikunto, Suharsimi. (2006) Prosedur            Penelitian Suatu Pengantar Praktek. Yogyakarta:    Rineka Cipta.

Aris Setiawan, 1999.(Sport) Latihan Sepak   Bola. http://www. mail-Faruq,                          Muhammad. (2007) 100 permainan                                                       kecerdasan kinestetik out doors.                        Direktorat Jenderal Olahraga.

Faruq, Muhammad. (2007) 100 permainan kecerdasan kinestetik out doors. Penetbit PT, Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

Gardner, Howard. (2003) Multiple     intelligences, (terjemahan) Batam:      Interaksara.

Guyton Artur C. 1997. Fisiologi Kedokteran EGC. Jakarta :PenerbitBuku Kedokteran

Hadjar, Ibnu. (1996) Dasar-dasar      Metodologi Penelitian Kwantitatif       dalam Pendidikan.             Jakarta:RajaGrafindo Persada.

Jasmine, Julia. (2007) Mengajar Dengan Metode Kecerdasan Majemuk, Cijambe Indah, Nuansa.

Mahendra, Agus. (2000) Asas dan Falsafah Pendidikan Jasmani. Bandung.

Nurhasan. 2001. Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani : Prinsip- prinsip dan Penerapannya.      Jakarta :

Oktia Woro, 1999. Praktikum dan      Ketrampilan Pendidikan. Semarang :             Fakultas Pendidikan.   Jakarta : Raja     Grafindo Persada. Penetbit PT,          Gramedia Widia sarana Indonesia,     Jakarta.

Pudji Muljono, (2002) Penyusunan dan         Pengembangan Instrumen Penelitian.            Makalah Lokakarya Peningkatan    Suasana Akademik

Rahmat, (2009) 8 Kecerdasan Majemuk online: Tersedia http://tkrahmat-kediri.blogspot.com-kecerdasan-majemuk.html [7 juli 20012].

Samsudin (2008) pembelajaran pendidikan   jasmani olahraga dan kesehatan        SD/MI, Jakarta: Litera.

Schmidt, Laurel. (2002) Jalan pintas menjadi 7 kali lebih cerdas,    Bandung: Kaifa.

Sugiyono, (2006) Statistika untuk       Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.

Uno, B. dan Masri Kuadrat. (2009)    Mengelola Kecerdasan Dalam          

 

admin

unsam@unsam.ac.id

Upt-Tik Web Development