SIARAN PERS
437/UN54.15/HM.02.03/2025

Langsa, 5 November 2025 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samudra (Unsam) bekerja sama dengan Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) menggelar Kuliah Tamu bertema “Tumbuhan Obat dari Tanah Aceh : Dari Tradisi Menuju Inovasi Kesehatan Modern”, bertempat di Aula Biro Universitas Samudra.
Aceh merupakan daerah dengan kekayaan tumbuhan endemik yang belum banyak dimanfaatkan sebagai anti kanker dan anti aging. Dengan adanya kuliah tamu ini tentunya akan membuka peluang kolaborasi riset dalam menggali potensi tumbuhan aceh dan menjadi langkah awal bagi Unsam dan UI untuk merealisasikan kolaborasi riset yang lebih konkret, menghasilkan penelitian terbaru, serta memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan potensi hayati Aceh.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala LPPM Unsam, Muslimah, S.Si., M.Si, menyampaikan harapan agar kolaborasi ini dapat melahirkan penelitian bersama yang produktif. “Kolaborasi penelitian diharapkan dapat saling bersinergi menghasilkan riset yang tidak hanya berujung pada publikasi ilmiah, tetapi juga meningkatkan kualitas dosen Universitas Samudra dalam dunia penelitian,” ujarnya.
Narasumber pertama, Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D dari Departemen Biologi FMIPA UI, memaparkan sejumlah tumbuhan endemik Aceh yang memiliki potensi besar sebagai sumber obat alami, di antaranya:
- Etlingera elatior – dimanfaatkan masyarakat Gayo untuk mengatasi gangguan pencernaan.
- Horsfieldia atjehensis – sumber senyawa antikanker dan antimalaria yang hanya ditemukan di Dataran Tinggi Gayo.
- Gaultheria leucocarpa – penghasil minyak gandapura (methyl salicylate), berpotensi sebagai bahan aktif antikanker.
- Gaultheria acroleia – kerabat dekat G. leucocarpa dengan potensi serupa.
- Michelia champaca (Cempaka) – bunga yang dikenal memiliki senyawa aromatik bernilai farmakologis.
- Pinus merkusii – kayunya digunakan sebagai bahan obat tradisional untuk diare berdarah.
“Dan masih banyak lagi tumbuhan endemik khas Aceh yang mungkin masih tersimpan di tengah luasnya hutan Aceh,” terang Prof. Bowo.
Sementara itu, narasumber kedua, Astari Dwiranti, M.Eng., Ph.D, menekankan pentingnya eksplorasi produk alami Indonesia untuk menemukan senyawa anti kanker baru. “Kita perlu memperluas eksplorasi produk alami Indonesia karena potensinya sangat besar dalam mendukung pengembangan obat modern berbasis bahan alami,” ungkapnya.
Prof. Anom, turut menyampaikan kesiapan UI untuk membuka peluang kolaborasi riset serta studi lanjut bagi sivitas akademika Unsam. “Kami membuka pintu selebar lebarnya bila ada mahasiswa atau dosen unsam yang ingin melakukan kolaborasi riset dan publikasi bahkan kita akan menginformasikan jika ada peluang beasiswa studi lanjut S2 maupun S3 di Departemen Biologi Universitas Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan ditutup oleh Zulfan Arico, S.Si., M.Si. Koordinator Pusat Inovasi Sains dan Teknologi LPPM Unsam. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan publikasi ilmiah Unsam. “Kita dapat berkolaborasi dengan UI baik dalam penelitian dan penggunaan laboratorium, sehingga akan menghasilkan publikasi di jurnal internasional”. tutupnya.
Kerja sama ini bukan hanya menjadi langkah awal menuju penguatan riset dan publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen Universitas Samudra dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas jejaring akademik, dan menghadirkan inovasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. (HumasUnsam)

Kontak Media:
Humas Universitas Samudra
Mawaddah Ulya
Telepon/WA: 0811-6888-797
Email: humas@unsam.ac.id
Website: www.humas.ac.id
![]()
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.