SIARAN PERS
491/UN54.15/HM.02.03/2025

Langsa, 5 Desember 2025 – Kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan berupa 175 paket nasi oleh Universitas Samudra (Unsam), di berbagai titik pengungsian serta kawasan terisolir banjir di Aceh Tamiang. Penyerahan makanan siap saji ini menjadi respons cepat Unsam terhadap kondisi darurat yang melanda wilayah tersebut pada akhir November hingga awal Desember 2025. Informasi mengenai nama kegiatan, tanggal, dan lokasi disampaikan pada paragraf awal agar publik langsung memahami inti acara. Bantuan ini dipimpin oleh tim relawan Unsam dengan koordinasi lintas unit kampus. Upaya ini menunjukkan kepedulian Unsam dalam memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Dilaksanakan pada hari Jumat, (05/12/2025).
Pelaksanaan distribusi dimulai setelah koordinasi antara Penanggung Jawab (PJ) kegiatan oleh Eko Susilo, S.Pd. dengan Wakil Rektor II Dr. Furqan Ishak Aksa, S.Pd., M.Pd., serta Tim Vokasi Kuliner. Pada Jumat pagi, tim vokasi kuliner Unsam mempersiapkan sekitar 175 paket nasi yang kemudian didistribusikan ke Aceh Tamiang. Rombongan tiba setelah salat Jumat di kawasan Saptamarga, di mana masjid setempat tengah menampung puluhan pengungsi. Di lokasi pertama, tim langsung membagikan paket nasi kepada penyintas yang telah berhari-hari bertahan dengan akses logistik terbatas. Situasi di masjid menggambarkan kondisi darurat yang masih berlangsung.
Perjalanan selanjutnya membawa tim Unsam menyusuri daerah-daerah terparah yang dilaporkan warganya sangat membutuhkan bantuan. Sepanjang rute menuju pusat kota, banyak warga berdiri di tepi jalan maupun di pos-pos darurat kecil untuk meminta makanan, sehingga paket dibagikan secara langsung. Tim kemudian memasuki Kampung Dalam lokasi di mana salah satu dosen Unsam turut menjadi korban banjir dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang rumahnya masih terendam. Kondisi terparah ditemukan di Kota Lintang Atas dan Kota Lintang Bawah, kawasan yang sudah “hancur kali” akibat gelombang banjir besar. Tim bahkan harus berjalan kaki tanpa perlengkapan karena jalannya penuh lumpur tebal.
Keterangan lebih rinci disampaikan oleh PJ, salah satu anggota tim lapangan, yang menjelaskan bahwa tidak ada posko tunggal yang menjadi fokus distribusi karena semua penyaluran dilakukan secara mobile sesuai situasi lapangan. PJ menuturkan, “Kita membagikan paket nasi mulai dari Saptamarga, Kampung Dalam, Kota Lintang, Kota Lintang Atas, Kota Lintang Bawah, Kampung Landu, Sungai Liput, hingga kawasan SMA 2 yang digunakan sebagai tempat pengungsian. Di tiap titik selalu ada warga yang menunggu, sehingga kita berhenti dan membagikan bantuan.” Pada kesempatan yang sama, PJ menegaskan bahwa jumlah makanan yang dibawa berkisar 175 paket sesuai laporan persiapan tim kuliner. Upaya ini menunjukkan fleksibilitas Unsam dalam menjangkau lokasi-lokasi yang sulit.
Harapan terhadap masyarakat Aceh Tamiang turut disampaikan oleh PJ, yang menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar distribusi makanan, tetapi simbol dukungan moral dari keluarga besar Unsam. “Mudah-mudahan apa yang kita berikan menjadi secercah harapan untuk mereka agar bisa mengarungi kehidupan lagi. Memang tidak mudah untuk bangkit, tapi kita yakin Allah menguji karena tahu hambanya mampu melaluinya. Masyarakat Tamiang pasti bisa survive kembali,” ujarnya.

Bantuan kemanusiaan ini diharapkan dapat menjadi energi pemulihan bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak, sekaligus memperkuat semangat solidaritas antara perguruan tinggi dan masyarakat. Semangat ini menjadi landasan bagi Unsam dalam merespons krisis daerah sekitar. Dengan kerja sama berbagai pihak, proses pemulihan Aceh Tamiang diyakini dapat berlangsung lebih cepat. Dari Unsam untuk Aceh Tamiang, langkah kecil ini menjadi bukti kepedulian nyata dalam menghadapi bencana.(Humas_Unsam)
Kontak Media:
Humas Universitas Samudra
Cut Aziziah Raudhah
Telepon/WA: 0811-6888-797
Email: humas@unsam.ac.id
Website: www.humas.ac.id
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.