Menjawab Darurat Sanitasi, UNSAM Hadirkan Air Bersih bagi Warga Aceh Tamiang

SIARAN PERS

530/UN54.15/HM.02.03/2025

Langsa, 24 Desember 2025 – Universitas Samudra melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 pada Rabu, 24 Desember 2025, di Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan respons cepat atas tragedi banjir yang melanda wilayah tersebut, dengan fokus penanganan pada rehabilitasi sanitasi lingkungan dan pemenuhan kebutuhan air bersih.

Sebagai bagian dari program tersebut, Universitas Samudra membentuk Tim Garbarata (Gerakan Bantu Sanitasi Warga) yang menjalankan sejumlah program utama, antara lain penyediaan air bersih sebanyak 10.000 liter per hari untuk lima desa yang ditampung dalam tangki penampungan air bersih. Pasokan air diberikan sebanyak 2.000 liter per desa per hari selama 20 hari, disertai penyaluran hygiene kit sebanyak 270 paket yang berisi perlengkapan kebersihan dan kebutuhan dasar, serta air mineral kemasan 5 liter sebanyak 1.171 buah.

Adapun lokasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 ini mencakup lima desa, yaitu Desa Upah, Desa Balai, Desa Sungai Iyu, Desa Tanjung Lipat 1, dan Desa Tanjung Lipat 2, yang seluruhnya berada di Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Pemilihan lokasi didasarkan pada tingkat dampak banjir dan kebutuhan mendesak masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi layak.

Melalui kegiatan ini, tim Universitas Samudra bertujuan mendukung penanganan ketersediaan air bersih dan pemenuhan hygiene kits pada kondisi darurat. Dalam situasi pasca banjir, fasilitas keluarga harus digunakan secara bersama, sementara proses pemulihan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Oleh karena itu, tindakan recovery dan kesiapsiagaan pasca banjir menjadi sangat penting agar kehidupan masyarakat tetap berjalan dan berangsur pulih, khususnya melalui upaya menjaga kesehatan lingkungan dan individu.

Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari Zulfan Arico, S.Si., M.Si. selaku Ketua Pelaksana, bersama Meilandy Purwandito, S.T., M.T., T. Andi Fadly, S.T., M.Si., dan Muslimah, S.Si., M.Si., dengan melibatkan mahasiswa Universitas Samudra dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, penyerahan bantuan, penerapan teknologi penyediaan air bersih, serta pendampingan dan evaluasi pascakegiatan.

Selain itu, Universitas Samudra juga menyiapkan keberlanjutan program melalui rencana Focus Group Discussion (FGD) sebagai tindak lanjut hasil dan data kegiatan di lapangan. FGD ini dimaksudkan untuk mendiskusikan kebutuhan lanjutan masyarakat pasca banjir, sehingga upaya pemulihan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan.

Sebagai pernyataan, tim pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan PKM Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 diharapkan mampu memberikan bantuan air bersih dan sanitasi secara langsung, menekan laju pertumbuhan penyakit akibat air tercemar, serta membantu masyarakat bertahan dan melanjutkan kehidupan secara lebih sehat pasca bencana.

Universitas Samudra menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi nyata melalui pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan Aceh Tamiang serta mendorong terciptanya kondisi kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan di masa mendatang.(Humas_Unsam)

Kontak Media:

Humas Universitas Samudra

Cut Aziziah Raudhah

Telepon/WA: 0811-6888-797

Email: humas@unsam.ac.id

Website:  www.humas.ac.id

Scroll to Top