SIARAN PERS
534/UN54.15/HM.02.03/2025

Aceh Tamiang, 25 Desember 2025 – Universitas Samudra (Unsam) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa “Klinik Belajar” Pendidikan pada Masa Tanggap Darurat sebagai upaya menjamin keberlanjutan pembelajaran anak-anak di wilayah terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini mengusung tema “Solusi Pendidikan Darurat dalam Mengatasi Disrupsi Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana”, dengan fokus utama pada pemulihan pendidikan dan psikososial anak.
Kegiatan Klinik Belajar dilaksanakan di dua Sekolah Dasar, yaitu MIN 8 Aceh Tamiang yang berlokasi di Desa Kebon Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, serta SDN 1 Tualang Cut di Desa Tualang Baru, Kecamatan Manyak Payed. Program ini dirancang sebagai respon cepat atas terganggunya proses pembelajaran formal akibat bencana banjir yang berdampak pada kerusakan sarana sekolah, hilangnya buku pelajaran, serta meningkatnya risiko trauma pada anak.
Penanggung jawab PKM, Dr. Ronald Fransyaigu, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Klinik Belajar dirancang sebagai layanan pendidikan darurat yang adaptif dan berbasis kebutuhan lapangan.
“Klinik Belajar hadir untuk memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat. Fokus kami tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pemulihan psikososial agar anak dapat kembali belajar dengan rasa aman dan nyaman,” ujar Dr. Ronald.
Ary Sugiono, salah satu wali murid MIN 8 Aceh Tamiang.mengapresiasi atas program yang diselenggarakan oleh Unsam “Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Samudra atas program dan bantuan yang diberikan. Kegiatan ini sangat membantu anak-anak, yang sebelumnya masih banyak bermain, kini kembali menunjukkan semangat untuk belajar,” ujarnya.
Kegiatan Klinik Belajar mencakup pemetaan kondisi psikososial anak, pengenalan lingkungan pascabencana, kegiatan rekreasional, penguatan literasi dan numerasi dasar, serta pengembangan seni dan religius melalui pendekatan observatif, edukatif, dan rekreatif guna memulihkan kesejahteraan emosional sekaligus meminimalkan risiko learning loss pascabencana.
Kegiatan seni seperti menggambar dan melukis dimanfaatkan sebagai sarana terapeutik untuk mengekspresikan emosi dan pengalaman traumatis anak, sementara kegiatan religius seperti doa bersama dan mengaji ringan diintegrasikan sebagai bagian dari pemulihan psikososial berbasis nilai moral dan spiritual.
Tim PKM ini terdiri dari Dr. Ronald Fransyaigu, S.Pd., M.Pd. selaku penanggung jawab dan penyusun rancangan kegiatan, Dr. Bunga Mulyahati, S.Pd., M.Pd., sebagai penyusun rancangan kegiatan PKM, Dr. Ramdan Afrian, S.Pd., M.Pd., serta Dr. Zukya Rona Islami, S.Pd., M.Pd. sebagai tim penyusun RAB kegiatan, serta didukung oleh 14 mahasiswa relawan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Sebagai bentuk dukungan konkret, tim PKM Unsam juga menyediakan berbagai fasilitas pembelajaran bagi sekolah, antara lain perlengkapan alat tulis dan alat sekolah, meja lesehan lipat, serta Starlink Mini untuk mendukung akses pembelajaran digital di kondisi darurat.

Melalui pelaksanaan Klinik Belajar ini, Unsam berharap terwujud pemulihan pembelajaran yang lebih terarah dan berkelanjutan di wilayah terdampak bencana. Anak-anak diharapkan dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman, sekolah terbantu dalam menjaga kontinuitas pembelajaran, serta orang tua dan masyarakat memperoleh dukungan dalam mendampingi pendidikan anak. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kepedulian sosial, kompetensi pedagogik, dan pengalaman langsung dalam penyelenggaraan pendidikan darurat. (HumasUnsam)
Kontak Media:
Humas Universitas Samudra
Mawaddah Ulya
Telepon/WA: 0811-6888-797
Email: humas@unsam.ac.id
Website: www.humas.ac.id
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.