Kolaborasi Unsam – ITB – Unimal Dorong Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor di Aceh

SIARAN PERS

541/UN54.15/HM.02.03/2025

Langsa, 28 Desember 2025 — Universitas Samudra (Unsam) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkuat sinergi dalam penanganan dan pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, khususnya Kota Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Komitmen bersama ini disampaikan dalam pertemuan silaturahmi dan diskusi strategis yang berlangsung di Ruang Rapat Biro Rektorat Universitas Samudra, Selasa (28/12).

Rektor Universitas Samudra, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi sejak akhir November 2025 memiliki karakter genangan yang bertahan cukup lama, terutama di wilayah Langsa dan Aceh Tamiang. Kondisi ini dipengaruhi faktor geografis daerah rendah yang dilalui sungai-sungai besar.
“Ke depan, kebutuhan paling mendesak adalah ketersediaan air bersih. Semakin banyak titik air bersih dan semakin dekat dengan warga, tentu dampaknya akan semakin besar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kesiapan Unsam melalui Fakultas Teknik, khususnya Program Studi Teknik Sipil, yang didukung tiga laboratorium tersertifikasi untuk pengujian tanah, aspal, dan beton. Fasilitas tersebut mencakup kemampuan uji boring hingga kedalaman 60 meter serta uji kimia tanah secara lengkap untuk mendukung perencanaan teknis pascabencana.

Sementara itu, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa ITB telah terlibat sejak hari kedua pascabencana dengan menurunkan tim ke lapangan dan membawa unit penyaring air berkapasitas kecil hingga besar.
“Saat ini, unit pengolahan air berkapasitas 7.000 liter per jam telah beroperasi di Aceh Tamiang. Adapun di Kota Langsa, persoalan air bersih diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama mengingat kerusakan pada jaringan PDAM dan sumur warga,” jelasnya.

Menurut Prof. Tatacipta, penanganan bencana memerlukan gerak cepat dan terkoordinasi, mulai dari penyediaan air bersih, pembersihan dan survei sumur warga, hingga perencanaan tata ruang yang lebih tangguh terhadap bencana. Ia juga mengusulkan pembentukan konsorsium perguruan tinggi sebagai wadah koordinasi bersama agar upaya pemulihan tidak berjalan sendiri-sendiri dan saling tumpang tindih.

Direktur Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Prof. Dr.-Ing. Zulfiadi, S.T., M.T., menambahkan bahwa ITB telah bergerak sejak 28–29 November 2025 dengan fokus utama penyediaan air bersih, bekerja sama dengan Ikatan Alumni ITB di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Melihat urgensi di lapangan, percepatan pengadaan alat pembersih lumpur, pembersih sumur, dan unit pengolah air menjadi sangat penting. Ke depan, kami juga membuka peluang pelaksanaan workshop perakitan instalasi pengolahan air bersama perguruan tinggi di Aceh,” ungkapnya.

Di sisi lain, Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa hampir seluruh kecamatan di Aceh Utara terdampak banjir, dengan sebagian wilayah juga mengalami longsor.
“Selain kebutuhan hunian sementara dan kawasan relokasi, air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dampak bencana ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi, terutama bagi keluarga mahasiswa yang kehilangan aset,” jelasnya. Saat ini, kegiatan yang dapat dilakukan antara lain pembersihan lumpur, pembersihan sumur, serta pengoperasian alat pengolah air di lokasi terdampak.

Melalui kolaborasi Unsam, ITB, dan Unimal, para pimpinan perguruan tinggi sepakat untuk terus memperkuat sinergi lintas institusi, khususnya dalam penyediaan air bersih, perencanaan kawasan tangguh bencana, serta pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat lokal sebagai bagian dari upaya pemulihan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kemanusiaan di Aceh. (HumasUnsam)

Kontak Media:

Humas Universitas Samudra

Mawaddah Ulya
Telepon/WA: 0811-6888-797
Email: humas@unsam.ac.id
Website: www.humas.ac.id

Scroll to Top