SIARAN PERS
33/UN54.15/HM.02.03/2026

Langsa, 24 Januari 2026 – Universitas Samudra (Unsam) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mengagendakan kegiatan kolaboratif bersama Rektor Unsam Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., jajaran pimpinan unsam, civitas akademika, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsam di wilayah terdampak banjir parah di hulu Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang secara langsung diajak meninjau kondisi lapangan. Agenda ini menjadi bagian dari komitmen Unsam dalam memperkuat peran perguruan tinggi terhadap isu kemanusiaan dan pemulihan pascabencana.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, tim kolaborasi menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa peralatan sekolah, pakaian layak pakai, sembako, serta perlengkapan khusus perempuan. Selain bantuan logistik, dilaksanakan pula program sekolah darurat dan trauma healing bagi anak-anak pengungsi. Upaya ini difokuskan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus mendukung pemulihan psikologis anak-anak yang terdampak bencana banjir.
Selain perguruan tinggi nasional, kegiatan ini turut melibatkan Malaysian Relief Agency (MRA) yang menghadirkan dua orang dokter serta beberapa mahasiswa untuk mendukung layanan kesehatan dan pendampingan sosial di lokasi pengungsian. Kehadiran MRA memperkuat aspek medis dan kemanusiaan dalam kegiatan ini, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan dasar dan edukasi kepada masyarakat. Kolaborasi lintas negara ini mencerminkan solidaritas kemanusiaan yang melampaui batas geografis.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Universitas Samudra, UNY, Untirta, UPN Veteran Jakarta, Malaysian Relief Agency, Pemerintah Desa Kampung Babo, serta dewan guru dan siswa SD Negeri 1, SMP Negeri 1, dan SMA Negeri 1 Kampung Babo. Sinergi antara civitas akademika, relawan, pemerintah desa, pihak sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat saling melengkapi dalam proses pemulihan pascabencana. Keterlibatan mahasiswa KKN menjadi penguat peran generasi muda dalam pengabdian berbasis kolaborasi.
Datuk Kampung Babo di Kabupaten Aceh Tamiang, Khairi Ramadhan, S.Pd., menyampaikan bahwa kondisi pengungsian saat ini masih bersifat darurat dan memiliki keterbatasan, terutama dari sisi kesehatan lingkungan dan ketersediaan air bersih. Ia menjelaskan bahwa hingga hampir dua bulan pascabanjir, sebagian wilayah belum dapat ditempati kembali akibat kondisi tanah yang masih labil. “Pengungsian ini menjadi solusi sementara karena masyarakat belum bisa kembali ke rumah. Kami berharap pemulihan ekonomi dan sosial dapat segera ditangani secara serius,” ungkapnya.
Pada malam hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan agenda malam keakraban bersama seluruh unsur yang terlibat, termasuk civitas akademika, mahasiswa KKN, relawan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan penguatan kebersamaan untuk membangun empati, solidaritas, serta komitmen bersama dalam mendukung pemulihan Kampung Babo.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara Unsam, UNY, Untirta, Malaysian Relief Agency (MRA), pemerintah desa, pihak sekolah, dan masyarakat Kampung Babo diharapkan mampu mendorong sinergitas kinerja dalam menghidupkan kembali sektor pendidikan dan perekonomian masyarakat Aceh Tamiang. Program ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dan mitra dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.(Humas_Unsam)
Kontak Media:
Humas Universitas Samudra
Cut Aziziah Raudhah
Telepon/WA: 0811-6888-797
Email: humas@unsam.ac.id
Website: https://unsam.ac.id/
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.