Unsam Raih Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026

SIARAN PERS
36/UN54.15/HM.02.03/2026

Jakarta, 27 Januari 2026 – Universitas Samudra kembali menorehkan capaian membanggakan melalui keberhasilan para dosennya dalam memperoleh pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana Tahun 2026. Pendanaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 0080/C3/DT.05.00/2026 tanggal 26 Januari 2026.

Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengusul atas partisipasi dan dedikasi yang telah diberikan, serta mengucapkan selamat kepada para penerima pendanaan yang dinilai mampu menghadirkan program-program berdampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatra.

Program Mahasiswa Berdampak tahun 2026 ini berfokus pada upaya pemulihan pascabencana melalui pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi, mencakup pemulihan akses air bersih, sanitasi, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, rehabilitasi lingkungan, hingga penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan teknologi berkelanjutan.

Adapun penerima pendanaan Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana Tahun 2026 dari Universitas Samudra adalah sebagai berikut:

  1. Ahmad Ihsan, S.T., M.T (Informatika) Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Aceh dalam Pemulihan Dampak Bencana Hidrometeorologi melalui Pengembangan Teknologi Agro-Akuakultur Hybrid Berbasis Energi Terbarukan untuk Peningkatan Produktivitas dan Ekonomi Desa Berkelanjutan.
  2. Beni Al Fajar, S.Pd., M.Sc (Biologi) Program Mahasiswa Berdampak Dalam Upaya Pemulihan Pascabanjir Bandang Melalui Penyediaan Air Bersih, Rehabilitasi Lingkungan, Dan Penerapan Hidroponik Sistem Apung Di Desa Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang
  3. Boy Riza Juanda, S.P., M.P (Agroteknologi) Penguatan Ketahanan Pertanian Pascabencana Banjir Bandang melalui Program Mahasiswa Berdampak Berbasis Pemberdayaan Kelompok Tani Terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang
  4. Dr. Fazri, S.T., M.T (Teknik Mesin) Pemulihan Layanan Dasar dan Penguatan Penghidupan Pascabencana di Desa Batang  Ara melalui PKK dan Kelompok Tani: Sanitasi Tenaga Surya dan Lele Bioflok
  5. Ida Ratna Nila, S.Pd., M.Si (Geofisika) Pengembangan Sistem Penjernih Air Mobile sebagai Solusi Pemulihan Akses Air Bersih Pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang
  6. Dr. Drs. Imam Hadi Sutrisno, M.Si (Manajemen) Pemulihan Pendidikan Dasar Anak Dan Komunitas Lokal Melalui Program Sekolah Darurat, Pendampingan Psikososial, Dan Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Pasca Banjir Bandang Di Desa Lokop, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur  
  7. Juliati, S.Pd., M.Pd (PGSD) Pojok Belajar Anak Pascabencana Berbasis Relawan Mahasiswa untuk Pemulihan Literasi dan Numerasi
  8. Dr. Ir. Lely Masthura, S.T., M.Eng (Fisika) Revitalisasi Tambak Masyarakat Pascabanjir Bandang Berbasis Teknologi Aerator Tenaga Surya  Untuk Pemulihan Ekonomi Pesisir Aceh Tamiang
  9. Nasruddin (Teknik Mesin) Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Aceh Dalam Pemulihan Dampak Bencana Banjir Melalui Pengembangan Teknologi Smart Water Treatment Hybrid System Sebagai Solusi Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih  dan Perbaikan Kualitas Hidup Masyarakat Terdampak Bencana
  10. Nasrul Kahfi Lubis, S.E., M.Si (Akuntansi) Pandan Sari Tangguh: Pengembangan Model Ekonomi Hijau Pascabencana melalui Integrasi Petani Padi dan Ibu Rumah Tangga Berbasis Pangan Lokal di Kabupaten Aceh Tamiang  
  11. Nirmala Sari, S.Si., M.Si (Fisika) Pemberdayaan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Aceh Tamiang melalui Pemenuhan Layanan Kesehatan Dasar, Air Bersih, dan Sanitasi Berbasis Sistem Filtrasi Hybrid Berprinsip Gravitasi
  12. Rini Chandra, S.E., M.Si (Manajemen) Pemberdayaan Masyarakat Terisolir Melalui Revitalisasi Lingkungan, Lumbung Pangan  dan Dukungan Psikososial di Kampung Rantau Panjang, Kabupaten Aceh Tamiang
  13. Dr. Taufan Arif Adlie, S.T., M.T (Teknik Industri) Pemberdayaan dan Pemulihan Ekonomi Masyarakat Berbasis Peningkatan Sanitasi, Kebersihan Fasilitas Umum dan Penguatan Sektor Peternakan Berkelanjutan Pasca Banjir Bandang di Desa Aras Sembilan Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang
  14. Tri Mustika Sarjani, S.T., M.T (Pendidikan Vokasional Seni Kuliner) Pemberdayaan Masyarakat Terdampak Banjir Bandang melalui Inovasi Pangan Lokal Tahan Simpan dan Teknologi Air Bersih Berbasis Energi Surya di Desa Pantai Cempa, Aceh Tamiang
  15. Yusnawati, S.T., M.T (Teknik Industri) Diseminasi Teknologi Pengolahan Ikan Menjadi Olahan Makanan berbasis Sanitasi sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Banjir Kabupaten Aceh Tamiang
  16. Dr. Zainal Arif, S.T., M.T (Teknik Mesin) Sistem Air Bersih dan Higiene Berkelanjutan Masjid–TPA Pascabanjir Bandang Kelurahan Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang
  17. Zidni Ilman Navia, S.Si., M.Si (Biologi) Penguatan Ketahanan Pangan Pascabanjir melalui Penerapan Smart Integrated Farming System di Desa Meurandeh, Kota Langsa
  18. Dr. Zukya Rona Islami, S.Pd., M.Pd (Magister Pendidikan IPS) Pemulihan Pertanian dan Penguatan Ekonomi Wisata Pascabencana Banjir Berbasis Geospasial melalui Hidroponik dan Pemberdayaan Pemuda di Leles, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsam, Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya menindaklanjuti surat dari Kementerian, khususnya Direktorat Litbang Penelitian dan Pengembangan, dengan melakukan sosialisasi kepada dosen terkait program Mahasiswa Berdampak. Dari 36 proposal yang masuk, sebanyak 18 proposal dinyatakan lolos pendanaan dan dilaksanakan di tiga wilayah, yakni Aceh Tamiang (70%), Aceh Timur (25%), dan Kota Langsa (5%). Kegiatan ini dimulai sejak penandatanganan kontrak pada 26 Januari 2025 dan seluruh tim langsung turun ke lapangan selama 20 hari sesuai ketentuan kementerian.

“Walaupun dari sisi pendanaan yang kami bawa ke lapangan terbatas, kami berharap kehadiran dosen dan mahasiswa dapat memberikan sumbangsih maksimal bagi masyarakat, terutama melalui edukasi, pendampingan UMKM, serta penguatan soft skills,” ujar Dr. Iswahyudi. Ia menambahkan, setiap tim pengabdian melibatkan tiga dosen dan 50 mahasiswa dari tiga program studi berbeda yang wajib tinggal di lokasi kegiatan, sekaligus mendukung implementasi MBKM, di mana mahasiswa angkatan 2023 dapat mengonversi kegiatan tersebut hingga 20 SKS.

Melalui berbagai program inovatif yang diusulkan, Universitas Samudra berkomitmen untuk terus mendorong keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana secara berkelanjutan, inklusif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial serta meningkatkan kontribusi nyata Universitas Samudra dalam pembangunan masyarakat dan ketangguhan bencana di Indonesia. (HumasUnsam)

Kontak Media:

Humas Universitas Samudra

Mawaddah Ulya
Telepon/WA: 0811-6888-797
Email: humas@unsam.ac.id
Website: https://unsam.ac.id/

Scroll to Top