FST UNSAM Gelar Kuliah Umum Bahas Arah Riset dan Strategi Kolaborasi Akademik

SIARAN PERS
66/UN54.15/HM.02.03/2026

menyelenggarakan kuliah umum bertema “Riset Terkini dan Tantangan Pengembangan BIMA: Arah, Peluang, dan Strategi Kolaborasi Akademik” dengan menghadirkan narasumber, Prof. Dr. Ir. Syarizal Fonna, S.T., M.Sc., IPM, Ketua Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Syiah Kuala. Kegiatan dilaksanakan di Aula FST Unsam pada hari jumat (13/2/2026).

Kegiatan dibuka oleh Dekan FST yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Ir. Lely Masthura, S.T., M.Eng Dalam sambutannya, Dr. Lely menegaskan bahwa tema kuliah umum ini sangat relevan dengan tantangan perguruan tinggi di tengah percepatan perubahan teknologi, ekonomi, lingkungan, dan sosial. Ia menekankan bahwa riset tidak boleh hanya berhenti sebagai luaran akademik, melainkan harus menjadi instrumen strategis yang berbasis pada kebutuhan lapangan serta selaras dengan kebijakan pembangunan daerah dan nasional.

“Penguatan arah riset, perluasan kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan lembaga riset, serta strategi kolaborasi akademik lintas disiplin, termasuk pula peningkatan kualitas publikasi dan paten, pengembangan laboratorium, serta pelibatan mahasiswa dalam riset berdampak, menjadi kunci agar penelitian mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan daya saing perguruan tinggi dan kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Syarizal Fonna menekankan pentingnya penguatan kompetensi dosen dalam penelitian sebagai bagian utama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia menjelaskan ketatnya persaingan pendanaan riset nasional, di mana dari sekitar 78.000 proposal yang lolos administrasi dalam sistem BIMA, hanya sekitar 5.000 yang memperoleh pendanaan. Hal ini menunjukkan perlunya proposal yang kuat, relevan, dan selaras dengan kebijakan nasional.

“Sebagai dosen, penelitian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, kita harus memperkuat kompetensi, memahami panduan serta rubrik penilaian proposal, dan memastikan riset yang diajukan benar-benar relevan serta selaras dengan kebijakan nasional,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kesesuaian riset dengan Perpres No. 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017–2045, arah Visi Indonesia Emas 2045, serta prioritas Asta Cita. Dosen didorong untuk membaca peluang strategis berdasarkan kondisi dan potensi Indonesia, serta menyesuaikan dengan kompetensi inti masing-masing, baik dalam skema penelitian dasar maupun terapan.

Kuliah umum ini menjadi momentum bagi FST UNSAM untuk memperkuat arah riset, meningkatkan kualitas proposal, serta mendorong kolaborasi lintas disiplin dan kemitraan strategis guna menghasilkan penelitian yang berdampak dan berkelanjutan. (HumasUnsam)

Kontak Media:

Humas Universitas Samudra

Mawaddah Ulya
Telepon/WA: 0811-6888-797
Email: humas@unsam.ac.id
Website: https://unsam.ac.id/

Scroll to Top