Prof. Johni Numberi: Transisi Energi Berkeadilan Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional

SIARAN PERS

320/UN54.15/HM.02.03/2026

Transisi energi berkeadilan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. Namun, upaya tersebut hanya dapat dicapai melalui penguatan kebijakan, pemanfaatan teknologi, pengembangan energi baru terbarukan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Hal tersebut disampaikan Anggota Dewan Energi Nasional, Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., sebagai Narasumber dalam Kuliah Umum Kebijakan Energi bertajuk “Transisi Energi Berkeadilan: Menjembatani Kebijakan, Teknologi, dan Keadilan Sosial” Kegiatan ini dipandu oleh Ketua Senat Universitas Samudra (Unsam), Dr. Ir. Muhammad Amin, S.T., M.T., yang digelar di Gedung Multiguna Unsam, Rabu (23/07).

Rektor Unsam, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., menyampaikan bahwa dinamika geopolitik global dan perubahan kondisi dunia memberikan dampak besar terhadap ketahanan energi. Menurutnya, pemerintah telah mengambil langkah strategis melalui transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan rendah emisi. Namun, proses tersebut memerlukan kesiapan teknologi, sumber daya manusia yang kompeten, dukungan kebijakan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat.

“Proses transisi energi tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan kesiapan teknologi, sumber daya manusia yang kompeten, dukungan kebijakan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Prof. Hamdani.

Dalam pemaparannya, Prof. Johni menegaskan bahwa Kebijakan Energi Nasional melalui PP Nomor 40 Tahun 2025 menjadi landasan dalam mendorong dekarbonisasi sektor energi melalui pengembangan energi baru terbarukan, pemanfaatan gas sebagai energi transisi, serta penerapan teknologi rendah karbon menuju target Net Zero Emission tahun 2060.

Lebih lanjut, Prof. Johni juga mengungkapkan bahwa Provinsi Aceh memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar, mulai dari energi surya, tenaga air, biomassa, hingga energi angin. Potensi ini tidak hanya menjadi peluang bagi Pemerintah Daerah untuk memperkuat ketahanan energi lokal, tetapi juga menjadi modal penting dalam mendukung pencapaian bauran energi nasional jika didukung oleh regulasi yang tepat, investasi, riset, serta kolaborasi lintas sektor.

Selain itu, ia mengajak Unsam untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan energi berkelanjutan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lingkungan kampus. Menurutnya, keberadaan PLTS tidak hanya mampu mendukung kemandirian energi kampus, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran yang memperkuat riset, inovasi, dan kompetensi mahasiswa di bidang energi terbarukan.

“Kami berharap Universitas Samudra dapat menjadi contoh pengembangan energi mandiri berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, peneliti, dosen, dan mahasiswa.”

Menutup kuliah umum, Prof. Johni berpesan kepada mahasiswa, agar terus meningkatkan kapasitas diri dengan memperbanyak membaca jurnal ilmiah, mengikuti perkembangan teknologi energi, serta mengangkat isu energi baru terbarukan dalam penelitian, KKN, PKL, maupun tugas akhir. Melalui langkah tersebut, mahasiswa diharapkan mampu melahirkan inovasi dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan energi serta pembangunan nasional yang berkelanjutan. (*MU)

Loading

Scroll to Top