
Langsa – Universitas Samudra (Unsam) terus memantapkan berbagai strategi dalam mempersiapkan implementasi konsep Kampus Berdampak sebagai arah baru pengembangan perguruan tinggi. Melalui penguatan sinergi antar sivitas akademika, penerapan pembelajaran berbasis luaran (Outcome-Based Education/OBE), hingga pengembangan inovasi lintas disiplin, Unsam berupaya memastikan setiap aktivitas tridharma memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, UNSAM menghadirkan Prof. Dr. drh. M. Hanafiah, M.P. sebagai narasumber dalam Kuliah Umum bertajuk “Persiapan Kampus Berdampak dalam Bidang Peternakan” yang digelar di Aula Biro Rektorat pada Selasa (28/7).
Menurut Rektor Unsam, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., Konsep Kampus Berdampak harus menjadi strategi bersama yang terintegrasi dalam seluruh pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Seluruh aktivitas tridharma perguruan tinggi, menurutnya, harus diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung, baik dalam meningkatkan ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
“Perguruan tinggi harus mampu menunjukkan kontribusi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat baik dalam meningkatkan ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Oleh karena itu, setiap kegiatan akademik harus dirancang tidak hanya menghasilkan output, tetapi juga outcome dan impact yang jelas,” ujar Prof. Hamdani.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Unsam mendorong penguatan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan berbagai bidang keilmuan untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Dukungan fasilitas kampus juga diarahkan agar mampu mempercepat lahirnya berbagai solusi berbasis riset yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Penguatan strategi Kampus Berdampak turut diperkaya melalui pemaparan Prof. Dr. drh. M. Hanafiah, M.P., yang menekankan pentingnya sistem pengukuran dampak secara objektif sebagai indikator keberhasilan program.
Menurutnya, setiap program harus memiliki ukuran yang jelas agar manfaat yang dihasilkan dapat dievaluasi secara terukur. “Dampak itu harus jelas indikatornya. Minimal ada tiga hal yang bisa diukur, yaitu produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas menunjukkan bertambahnya hasil yang dihasilkan, efisiensi menggambarkan optimalisasi penggunaan sumber daya, sedangkan keberlanjutan mencerminkan kemampuan suatu program untuk terus berjalan tanpa bergantung pada intervensi awal.
Ketiga indikator tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan Kampus Berdampak sehingga setiap program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.
Selain itu, Unsam juga memperkuat implementasi Outcome-Based Education (OBE) sebagai strategi pembelajaran yang menghubungkan proses akademik dengan pengalaman lapangan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga dilibatkan dalam riset dan inovasi yang menghasilkan luaran nyata, termasuk publikasi ilmiah bereputasi internasional serta solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Dalam paparannya, Prof. Hanafiah juga mencontohkan bahwa inovasi dapat berawal dari pemanfaatan potensi sederhana yang dikelola secara ilmiah. Limbah organik, seperti feses, misalnya, dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi melalui riset dan pengembangan teknologi yang tepat.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa nilai dampak dapat diciptakan melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan, terutama ketika didukung kolaborasi lintas disiplin. Integrasi keilmuan, seperti antara bidang peternakan dan teknik, dinilai mampu menghasilkan teknologi yang lebih aplikatif, efisien, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui berbagai langkah tersebut, Unsam menegaskan kesiapannya dalam mengimplementasikan konsep Kampus Berdampak sebagai bagian dari transformasi perguruan tinggi. Penguatan tata kelola berbasis indikator, penerapan OBE, kolaborasi multidisiplin, serta pengembangan inovasi berkelanjutan menjadi strategi utama untuk memastikan setiap aktivitas akademik mampu menghasilkan manfaat yang terukur dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan masyarakat. (*MU)
![]()
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.