Bekali Calon Pekerja Migran, Unsam Perkuat Keterampilan dan Bahasa

SIARAN PERS

Nomor : 386/UN54.15/HM.02.03/2026

Langsa, 26 Agustus 2026 – Universitas Samudra (Unsam) bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, Dinas Ketenagakerjaan Kota Langsa, dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggelar Kick Off SMK Go Global: Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia di Laboratorium Terpadu Unsam, Rabu (26/8). Kegiatan yang diselenggarakan UPA Bahasa Unsam ini menjadi langkah awal untuk membekali calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dengan keterampilan, bahasa, dan kesiapan menghadapi dunia kerja global.

Rektor Unsam, Prof. Dr. Hamdani, M.T., mengatakan Unsam siap mendukung program tersebut melalui penyediaan fasilitas dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, bekerja di luar negeri tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan teknis, tetapi juga membutuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.

“Ketepatan waktu dan tanggung jawab dalam bekerja harus menjadi kebiasaan. Selain itu, pahami budaya negara tujuan tanpa meninggalkan identitas bangsa,” ujar Hamdani.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pembekalan CPMI. Sebab, kemampuan beradaptasi dengan budaya dan lingkungan kerja baru menjadi salah satu modal untuk membangun profesionalisme sekaligus menjaga nama baik Indonesia di negara tujuan.

Hal senada disampaikan perwakilan BP3MI Aceh, Fairuzzabadi, S.Kep. Ia menjelaskan bahwa CPMI membutuhkan bekal yang menyeluruh sebelum memasuki dunia kerja internasional. Kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan penguasaan bahasa, kedisiplinan, serta kemampuan menyesuaikan diri.

“Bekerja di luar negeri bukan hanya tentang bagaimana kita berangkat, tetapi bagaimana kita berangkat dengan bekal yang cukup, bekerja secara profesional dan terlindungi,” kata Fairuzzabadi.

BP3MI Aceh sendiri menargetkan pelaksanaan 36 kelas dengan jumlah 720 peserta sepanjang 2026 melalui 20 lembaga penyelenggara. Target tersebut menunjukkan adanya upaya memperluas akses peningkatan kapasitas bagi calon pekerja migran agar mereka tidak hanya siap secara keterampilan, tetapi juga memahami aspek perlindungan dalam bekerja di luar negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Langsa, Khairul Ichsan, S.STP., M.A.P., menekankan bahwa keberangkatan seorang pekerja migran membawa tanggung jawab yang lebih luas. Menurutnya, CPMI tidak hanya membawa keterampilan pribadi, tetapi juga membawa nama keluarga dan Indonesia.

Dari sisi penyelenggaraan pelatihan, Kepala UPA Bahasa Unsam, Teuku Muhammad Ridha Al Auwal, S.Pd., M.App.Ling., Ph.D., mengatakan program SMK Go Global diikuti 60 peserta yang terbagi dalam dua paket pelatihan. Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan waiter, sedangkan 20 peserta mengikuti pelatihan Bahasa Inggris untuk housekeeping.

Pada tahap awal, Unsam menerima 20 peserta dengan memanfaatkan sejumlah fasilitas pembelajaran yang dimiliki kampus, mulai dari laboratorium kuliner, smart class, laboratorium dasar, hingga ruang bahasa. Fasilitas tersebut digunakan untuk menghadirkan pelatihan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada peserta.

Rizki Mola, peserta asal Banda Aceh, mengatakan keikutsertaannya dalam program tersebut menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman, wawasan, relasi, dan keterampilan sebagai bekal menghadapi dunia kerja internasional.

“Harapannya, pelatihan ini bisa menjadi bekal untuk bekerja secara aman dan profesional di luar negeri,” ujar Rizki.

Program ini sekaligus menjadi upaya membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk menatap dunia kerja internasional dengan lebih percaya diri. Dengan bekal yang memadai, para CPMI diharapkan mampu bekerja secara profesional, menjaga identitas Indonesia, serta membawa pulang pengalaman dan keberhasilan yang kelak memberi manfaat bagi keluarga dan bangsa. (*MU)

Loading

Scroll to Top