SIARAN PERS
410/UN54.15/HM.02.03/2026

Langsa, 08 September 2026 – Universitas Samudra (Unsam) bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh resmi memulai Kick Off SMK Go Global: Program Pelatihan Teknis dan Bahasa Inggris Waiters untuk Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Laboratorium Terpadu Unsam, Selasa (8/9). Mengusung tema “Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia”, program ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi teknis dan kemampuan bahasa yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar kerja internasional. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh UPA Bahasa Unsam dan diikuti 20 peserta CPMI.
Kegiatan ini dihadiri Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI Aceh Delina Haloho, S.Si., Hendra Ermanto dari unsur administrasi perkantoran, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Unsam Dr. Nasruddin, S.T., M.T. Hadir pula Kepala UPA Bahasa Unsam T.M. Ridha Al Auwal, S.Pd., M.App.Ling., Ph.D., bersama tim pelaksana dan instruktur. Kolaborasi kedua institusi tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka memasuki proses penempatan kerja luar negeri secara resmi, aman, dan sesuai kebutuhan pasar.
Kepala UPA Bahasa Unsam T.M. Ridha Al Auwal mengatakan, peserta akan mendapatkan pelatihan teknis waiters selama sekitar 180 jam pelajaran (JP) dan dilanjutkan dengan pelatihan Bahasa Inggris sekitar 640 JP. Seluruh rangkaian pelatihan dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang tersedia di Unsam, mulai dari Laboratorium Terpadu, Laboratorium Bahasa UPA Bahasa, hingga Laboratorium Kuliner. “Kita akan menggunakan berbagai fasilitas yang ada di Universitas Samudra sebagai ruang pembelajaran, termasuk laboratorium bahasa dan laboratorium kuliner,” ujarnya.
Menurut T.M. Ridha, pembelajaran juga akan didukung oleh pemateri dan instruktur yang berpengalaman, profesional, serta bersertifikasi sesuai bidangnya. Dengan harapan, proses pembekalan tersebut menjadi fondasi penting bagi peserta untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membuka jalan menuju peluang kerja di berbagai negara. Program ini merupakan batch kedua, sementara batch berikutnya direncanakan kembali dilaksanakan pada 17 September 2026.
Delina menyampaikan bahwa program SMK Go Global hadir untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja Indonesia yang ingin mengambil peluang di pasar kerja luar negeri. Menurutnya, peluang tersebut cukup terbuka, namun masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan pasar dengan kesiapan calon pekerja, khususnya dalam aspek keterampilan dan penguasaan bahasa. “Dengan adanya program SMK Go Global ini, diharapkan peserta memiliki skill kompetensi maupun bahasa yang bisa mengisi pasar kerja luar negeri,” katanya.
Delina juga menekankan pentingnya memahami mekanisme bekerja ke luar negeri secara prosedural dan aman. Ia mengingatkan bahwa calon pekerja migran tidak cukup hanya memiliki paspor, tetapi juga harus memastikan kelengkapan dokumen sesuai ketentuan, termasuk paspor, visa kerja, dan kontrak kerja. BP3MI Aceh, lanjutnya, juga akan memberikan informasi mengenai peluang kerja yang tersedia sehingga peserta yang telah memenuhi kompetensi dapat mengikuti proses seleksi dan penempatan secara resmi.
Sementara itu, Dr. Nasruddin, S.T., M.T. menegaskan dukungan penuh Unsam terhadap program tersebut. Ia menilai program ini memiliki dampak langsung karena menghubungkan peningkatan kompetensi masyarakat dengan peluang ekonomi melalui akses kerja internasional. Berdasarkan pengalamannya, tenaga kerja Indonesia pada dasarnya memiliki kemampuan teknis yang baik, namun kemampuan komunikasi dalam bahasa asing masih menjadi salah satu tantangan ketika berhadapan dengan dunia kerja global.
Dr. Nasruddin, S.T., M.T. menilai penguasaan bahasa harus mendapatkan perhatian yang sama dengan keterampilan teknis. Kemampuan teknis dapat berkembang relatif cepat melalui pengalaman kerja, sedangkan kemampuan bahasa membutuhkan proses belajar yang konsisten dan berkelanjutan. “Skill teknis dan skill bahasa itu sama pentingnya,” tegasnya. Juga berharap peserta memanfaatkan masa pelatihan secara maksimal agar tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan pengguna jasa, pemilik usaha, maupun lingkungan kerja di negara penempatan.

Melalui sinergi Unsam dan BP3MI Aceh, program SMK Go Global diharapkan mampu menghasilkan CPMI yang terampil, percaya diri, dan memahami prosedur bekerja di luar negeri. Pelatihan tidak hanya diarahkan pada penguasaan profesi waiters, tetapi juga kemampuan Bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi lingkungan kerja internasional. Dengan pembekalan tersebut, peserta diharapkan mampu memanfaatkan peluang kerja luar negeri secara lebih kompetitif sekaligus berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan perekonomian masyarakat.(CAR_1)
![]()
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.