SIARAN PERS
Nomor: 477/UN54.15/HM.02.03/2026

Jakarta, 12 Oktober 2026 – Universitas Samudra (UNSAM) menjadi perguruan tinggi dengan jumlah proposal penerima pendanaan terbanyak secara nasional pada Program Aksara Mahasiswa Tahun 2026. Seluruh 12 proposal yang diajukan UNSAM berhasil memperoleh pendanaan dari total 378 proposal yang didanai di seluruh Indonesia. Penandatanganan kontrak berlangsung di Auditorium Graha Diktisaintek, Gedung D, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (12/10/2026), dihadiri oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSAM, Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si.
Aksara Mahasiswa merupakan program pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat yang digerakkan oleh mahasiswa dan diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak. Program ini menghubungkan pembelajaran mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di masyarakat.
Keberhasilan seluruh usulan memperoleh pendanaan membuka kesempatan lebih luas bagi dosen dan mahasiswa UNSAM untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan program melalui skema Aksara Peduli akan menjangkau dua kabupaten di Aceh, yakni Aceh Utara sebanyak delapan tim dan Aceh Tamiang sebanyak empat tim.
Kepala LPPM UNSAM, Dr. Iswahyudi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dalam menyiapkan program pengabdian yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.
“Seluruh 12 proposal yang kita usulkan berhasil memperoleh pendanaan. Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi UNSAM untuk memastikan setiap program dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pelaksanaan program perlu dibangun melalui kolaborasi yang erat antara tim dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat. Keterlibatan para mitra menjadi bagian penting agar solusi yang dikembangkan sesuai dengan persoalan dan potensi wilayah sasaran.
“Kami berharap mahasiswa hadir untuk belajar bersama masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi, dan menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus. Bersama dosen pendamping dan mitra daerah, mereka diharapkan mampu menghadirkan solusi yang dapat dimanfaatkan serta dilanjutkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Skema Aksara Peduli berfokus pada penyelesaian persoalan masyarakat dalam bidang pangan, energi, kesehatan, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru, serta kebutuhan lain yang relevan dengan kondisi wilayah sasaran. Pelaksanaannya berlangsung selama enam bulan.
Setiap tim melibatkan tiga dosen, terdiri atas satu ketua dan dua anggota, serta sedikitnya 20 mahasiswa dari minimal tiga program studi berbeda. Mahasiswa menjalankan kegiatan dengan beban minimal 160 Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM). Pelaksanaan program juga melibatkan sedikitnya dua kelompok masyarakat dan satu mitra pemerintah.
Melalui keterlibatan lintas program studi dan kemitraan di dua kabupaten tersebut, Program Aksara Peduli diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa UNSAM untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama, memecahkan masalah, dan membangun kepedulian sosial. Program ini sekaligus memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan dan kemandirian masyarakat. (MU)
![]()
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.