Javascript not enabled

Rilis Berita

Home / berita / id / kuliah-umum-unsa..
12 Sep 2022, Humas Unsam | Seputar Kampus

Kuliah Umum Unsam Wujudkan Perguruan Tinggi Bersih Narkoba

Kuliah Umum Unsam Wujudkan Perguruan Tinggi Bersih Narkoba

Langsa- Universitas Samudra (Unsam) kembali menggelar Kuliah Umum bertemakan “Wujudkan Perguruan Tinggi Bersih Narkoba.” Kuliah Umum diselenggarakan di Gedung Multiguna-Kampus setempat, Senin (12/9/2022). Diikuti oleh seluruh mahasiswa baru TA.2022/2023 dan Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Mahasiswa Inbound yang berasal dari 44 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia yang sedang mengikuti perkuliahan di Universitas Samudra.

Kuliah Umum disampaikan oleh Brigjen. Pol. Drs.Heru Pranoto, M. Si (Kepala BNN Aceh) dan Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN. Eng. (Guru Besar Universitas Syiah Kuala) sebagai Narasumber.Turut hadir dalam acara ini Ketua Senat Unsam, Para Wakil Rektor, Para Dekan dan seluruh jajarannya, Pejabat BNN Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur dan Kota Langsa.

Dalam sambutannya Rektor Unsam, Dr. Ir. Hamdani, M.T menyampaikan, untuk mewujudkan Perguruan Tinggi Bersih Narkoba, upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di lingkungan Perguruan Tinggi perlu terus dilakukan, salah satunya sebagai persiapan awal adalah melalui  sosialisasi dan pembelajaran tentang bahaya narkotika maupun prekursor narkotika.

“Salah satu tujuan akhir  universitas maupun mahasiswa adalah menghasilkan dan memperoleh pendidikan lebih lanjut melalui pendidikan tinggi, pada akhirnya untuk mendapatkan SDM yang unggul. Penyiapan SDM bukan hanya dari bangku kuliah, bukan hanya dari mata pelajaran, tetapi juga penyiapan awal dari hal  lain yang dapat mempengaruhi dalam mewujudkannya.  salah satunya adalah menghindari bahaya narkoba.”

“Bahaya narkotika maupun prekursor narkotika merupakan bahaya yang terus bertambah di sekitar kita, yang harus dihindari jika kita tidak ingin kehilangan masa depan. Terutama bagi mahasiswa yang merupakan Sumber Daya Manusia bagi Indonesia di masa depan. Oleh sebab itu salah satu upaya untuk mewujudkan Perguruan Tinggi yang bersih dari Narkoba, perlu adanya kegiatan Sosialisasi dan pembelajaran sebagai penyiapan awal tentang bahaya Narkotika atau Prekursor Narkotika.”

 Brigjen. Pol. Drs.Heru Pranoto, M. Si melalui materi berjudul “Mewujudkan Perguruan Tinggi Bersih dari Penyalahgunaan Narkoba” menyampaikan bahwa  mewujudkan Perguruan Tinggi  yang bersih narkoba maksudnya adalah  bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Menurut UU Nomor 35 Tahun 2009, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman baik sintetis maupun semisintetis  yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai menghilangkan nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

”Di dalam UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, substansi daripada undang -undang ini adalah melarang menggunakan, melarang mengedarkan, memakai  untuk sendiri dan sebagainya yang tidak diizinkan. Sedangkan penggunaan yang diizinkan sesuai peraturan pemerintah adalah untuk kepentingan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan kepentingan pelayanan Kesehatan.”

Lanjutnya,  BNN (Badan Narkotika Nasional), mempuyai tugas utama yaitu menyusun dan melaksanakan kebijakan nasional mengenai P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika) sesuai dengan Instruksi Presiden No.20 Tahun 2020, mencakup bidang Pemberantasan, bidang Pemberdayaan dan Pencegahan, dan Bidang Rehabilitasi yang memiliki tugas masing masing,  dengan tujuan untuk menghindari dan melindungi masyarakat  Indonesia dari bahaya Narkotika.

 “Jadi adik-adik harus mengetahui  tugas dan fungsi BNN. BNN tidak mungkin melakukan tugas dan kegiatan dengan sendirinya,  harus mengajak seluruh komponen masyarakat dan stakeholder untuk sama sama melakukan kegiatan P4GN tersebut.”

Bapak presiden pada 2015, mengatakan bahwa Indonesia dalam  darurat narkotika. Maka kita harus siaga. Mengingat  kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan memiliki lautan yang luas dengan wilayah pantai yang panjang. Kondisi ini  memiliki dampak yang positif dan negatif. Positifnya memiliki sumber daya ikan, dan biota laut yang sangat besar, yang menjadi potensi sumber daya ekonomi yang besar. Kalau kita kelola dengan baik. Sedangkan dampak negatifnya adalah menjadi daerah yang rawan untuk penyelundupan atau masuknya barang narkotika dari luar ke wilayah Indonesia.

BNN melalui Tagline nya “war on drugs”, Slogan BNN ini filosofinya adalah kita menyatakan perang terhadap peredaran narkoba dengan cara menekan, menghindari bahkan peduli untuk melaporkan   agar peredaran narkoba itu tidak masuk ke wilayah kita. Ini yang dikatakan war on drugs, dilakukan melalui pendekatan Soft Power Approach,  kegiatan Pencegahan dan Pemberdayaan,  Smart Power Approach,   Pencegahan melalui pemberian Informasi  dan  Hard Power Approach, Penegakan Hukum sampai proses peradilan. Upaya ini terus ditingkatkan agar terhindar dari narkoba dan angka keterpaparan narkoba menjadi lebih turun di Indonesia khususnya di  Aceh.

Sedangkan Strategi dan kebijakan yang dilakukan BNN Aceh antara lain melalui program Grand Design Alternative Development (GDAD). Sedangkan  bagi lingkungan kampus, antara lain pencanangan “Kampus Bersinar” Kampus Bersih Narkoba, Program GETS (Gerakan Emas Teman Sebaya). Melalui program program tersebut mempunyai visi untuk mencapai Indonesia yang maju,Indonesia yang hebat dalam menyongsong Visit Indonesia Emas 2045.

“Banyak hal yang harus kita persiapkan jauh-jauh hari menjelang Visit Indonesia Emas 2045, dimana pada saat tersebut  kita akan mengalami Bonus Demografi, yaitu jumlah penduduk  produktif lebih besar dari yang tidak produktif. Momentum inilah yang akan kita manfaatkan untuk menentukan sukses tidaknya Indonesia dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Karena tidak semua negara  mempunyai kesempatan mempunyai Bonus Demografi ini.”

“Indonesia memiliki momentum ini, maka pelajar , mahasiswa dan pemuda   sekarang yang akan menggantikan kita semua pada 2045 yang menentukan. Kalau  pemudanya diselamatkan dari 3 hal, tidak terpapar  terhadap aliran Radikalisme, terhadap Korupsi, dan terhadap narkoba  insyaAllah bonus Demografi akan sukses di Indonesia ini.”jelasnya lagi.

 “Mudah mudahan anda menjadi generasi yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang akan menggantikan kita sekalian. Jaga kredibilitas anda, dengan cara jangan mencoba dan mendekati narkoba, maka insyaAllah prestasi dapat dicapai dengan mudah.  Tetapi kalau anda mencoba narkoba jangan pernah bermimpi anda bisa mencapai cita cita anda.”Pesan Kepala BNN Aceh.

Sementara itu Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN. Eng memberikan materi tentang “Bullying Dan Narkoba di Perguruan Tinggi” diantaranya memaparkan bahwa ada hal-hal  yang sangat mengkhawatirkan yang terjadi di sekolah, juga di awal awal mahasiswa di Perguruan Tinggi yang berkenaan dengan kegiatan Orientasi yang sering mengarah pada tindakan Bullying.

“Mudah-mudahan dengan tidak adanya OSPEK, tidak ada orientasi orientasi yang dilaksanakan sehingga Bullying ini bisa dihindari. Karena Bully sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang. Karena  Bullying seseorang bisa melakukan bunuh diri, Stress, tidak mau sekolah. Jadi orientasi yang mengarah pada Bullying sudah dilarang.

Orientasi yang kita inginkan adalah bagaimana untuk mengembangkan kemampuan dari seorang siswa bukan untuk menjatuhkan, apalagi dengan kehadiran medsos sekarang ini , kita sering melihat berita yang mengakibatkan seseorang terpengaruh mentalitasnya.

Lalu apa itu Bullying? dalam bahasa Indonesia , berarti Penindasan. Yaitu  Segala bentuk penindasan atau kekerasan  yang dilakukan oleh satu orang atau satu kelompok yang lebih kuat atau lebih berkuasa dari orang lain dengan tujuan untuk menykiti korban secara fisik maupun psikis dilakukan secara terus menerus. Misalnya memberikan julukan buruk dengan tujuan menyakiti, sikap memusuhi,  Ancaman, premanisme, itu sama juga , membuat orang orang ketakutan, sikap mengabaikan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Masalah Bullying harus menjadi perhatian, baik dari orang tua, pihak universitas, Sekolah, para pendidik, juga mahasiswa harus bisa berkolaborasi dalam menyikapi  persoalan Bullying. Hal ini perlu karena seseorang yang sering di Bully akan mempengaruhi mentalnya hingga saat dewasa dan saat bekerja kelak yang mengakibatkan seseorang memiliki kepribadian tidak baik, pendendam, zalim dan sebagainya.”jelasnya.

Prof. Samsul juga berpesan,“saya ingin anda semua mempunyai sebuah tekad, gapailah cita cita yang anda impikan untuk menjadi kenyataan, apakah 5 tahun, 10 tahun, atau 30 tahun yang akan datang. Tidak ada seorang manusiapun yang tau bagaimana anda  ke depan. Anda harus yakin kesuksesan ada di tangan anda. Mulai hari ini belajar yang rajin,  berusaha, berdoa dan selalu tawakkal kepada Allah. Kita dilahirkan dalam kepintaran selalu  diberi kelebihan oleh Allah.  Explorasikan Kelebihan anda dalam bekerja berusaha dan bersosialisasi dalam masyarakat. (Humas Unsam).