Fakultas Hukum Unsam Selenggarakan Kuliah Umum dan Tandatangani Kerjasama dengan Fakultas Hukum USK

Langsa – Fakultas Hukum Universitas Samudra ( Unsam ) menggelar Kuliah Umum yang dilangsungkan di Aula Gedung Multi Guna pada Rabu ( 02/02/2022 ), dengan Tema Kesadaran Hukum Civitas Akademika Universitas Samudra Terhadap Pelecehan dan Kekerasan Seksual. Tujuan pelaksanaan Kuliah Umum tersebut untuk meningkatkan pemahaman mengenai pelecehan dan kekerasan seksual di perguruan Tinggi serta membentuk kesadaran hukum untuk mengimplementasikan regulasi ataupun peraturan dari Kemendikbudristek sehingga tercapainya kenyamanan terutama dalam proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi. 

Rektor Universitas Samudra, Dr. Ir . Hamdani, M.T dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan dikeluarkan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 yang ditetapkan tanggal 31 Agustus 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual ( PPKS ) di Lingkungan Perguruan Tinggi, maka untuk menindaklanjuti Permen tersebut perlu adanya keseriusan dari universitas untuk membentuk satuan tugas dalam upaya pencegahan terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Untuk itu diperlukan wawasan dan pengetahuan tentang batasan batasan permasalahan tersebut. Harapannya melalui kuliah umum ini akan memperoleh informasi dari ahli hukum yang selanjutnya dapat membantu membuat regulasi untuk diterapkan dalam mencegah terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan universitas.

“Sesuai dengan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 ada 12 lingkup yang termasuk kejahatan seksual atau pelecehan seksual, itu yang perlu kita minta kepada ahli ahli hukum untuk memberi kita informasi apa yang perlu kita terapkan, apa yang perlu kita jaga, apa yang perlu kita bina sebelum itu terjadi pada kita.Jelas Rektor

Rektor juga menambahkan bahwa harapan bapak Menteri untuk membentuk satuan tugas berkaitan dengan pencegahan pelecehan seksual di universitas dalam rentang waktu sampai dengan Desember 2022, dan sebagai upaya keseriusan pemerintah akan adanya teguran atau sanksi bagi perguruan tinggi yang tidak melaksanakannya. Setelah kuliah umum ini harapannya Universitas Syiah Kuala (USK) yang telah memiliki kemampuan lebih jauh ke depan dapat terus mendampingi Unsam terutama untuk Fakultas Hukum yang sudah memiliki Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang mungkin sudah cukup untuk mendirikan Program Studi S2 nya. Dengan adanya Unsam kita juga ingin kualitas SDM di daerah wilayah Aceh bagian Timur turut juga meningkat.  

Kuliah Umum Fakultas Hukum Unsam ini menghadirkan pemateri Dr. M. Gaussyah, S.H., M.H ( Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala ), turut hadir Dr. Ilyas, S.H.,M.Hum ( Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala ) dan Dr. Ahmad Mirza Safwandy, S.H.,M.H ( Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala), Bersamaan dengan acara Kuliah Umum ini Fakultas Hukum Unsam juga melakukan penandatangan Memorandum Of Understanding (MOU) dan Memorandum Of Agreement (MOA) dengan Fakultas Hukum USK. Kuliah Umum diikuti oleh Para Dosen Fakultas Hukum, unsur pimpinan Biro Rektor maupun Fakultas dan Para Mahasiswa dari berbagai jurusan Unsam.

Dr. Gaussyah, S.H., M.H dalam paparan materinya yang dipandu oleh Moderator, Rini Fitriani, S.H.,M.H menyampaikan tentang pelecehan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi seperti yang disebut dalam Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 yang semakin marak terjadi di lingkungan kampus. Diantaranya beliau menjelaskan tentang perlunya kesadaran hukum di lingkungan kampus. Kesadaran hukum yaitu apa yang bisa kita rasakan, apa yang orang bisa rasakan, dan kemudian dari yang kita rasakan kita bisa mengerti dan patuh, 

apa yang menjadi tanggung jawab kita selaku universitas, yang pertama membuat Regulasi, lalu membentuk Satgas kemudian membuat mekanisme dan prosedur penyelesaian kasus yang dilakukan oleh kampus atau orang lain agar tidak terjadi pengulangan, kemudian membuat pengawasan dan pemantauan, semua kita melakukan pemantauan dan pengawasan atau saling menjaga kemudian proaktif civitas akademika, semua kita bekerjasama untuk mencegah dan menangani pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kampus paparnya. (Humas Unsam)