Kuliah Umum dan Coaching Clinic Proposal di Unsam hadirkan Reviewer Nasional

Langsa – Senin 17 Januari 2022. Universitas Samudra ( Unsam ) melaksanakan Kuliah Umum dan Coaching Clinic Proposal  yang dilangsungkan secara Luring di Aula Gedung PGSD Kampus Meurandeh. Kuliah Umum dimulai pada 09.00  WIB diikuti oleh para Dosen dan mahasiswa Unsam dari berbagai Jurusan dan Program Studi, Kuliah umum mengusung  tema “ Optimalisasi Peran Mahasiswa  di Perguruan Tinggi, Belajar Mengabdi, Berkarya dan Berprestasi “. Melalui Kuliah Umum tersebut mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan berkenaan dengan strategi memenangkan  proposal Program Kreatifitas  Mahasiswa (PKM) dalam bidang  Penelitian, Pengabdian dan  Kewirausahaan bagi mahasiswa. Kuliah Umum dan Coaching Clinic Proposal tersebut  menghadirkan pemateri Prof. Dr.Nasrul Arahman, S.T., M.T ( Reviewer PKM dan Penelitian Nasional dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh ).

Rektor Universitas Samudra, Dr. Ir. Hamdani, M.T yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Ir. Cut Mulyani, M.P membuka acara  secara resmi dan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kuliah Umum ini  merupakan kegiatan Akademik, yang  pada  kesempatan ini dipadukan dengan kegiatan Coaching Clinic Proposal  Lembaga Penelitian, Pengabdian  Kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu  ( LPPM dan PM ) Unsam. Dan berharap melalui kegiatan tersebut dapat menambah ilmu dan wawasan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Supaya  bapak/ibu Dosen  terutama yang melaksanakan tugas penelitian, pengabdian, tetap mengajak mahasiswanya, demikian juga dengan mahasiswa, kita harus selalu bekerjasama, tidak  sendiri sendiri. Melalui kuliah umum ini kita gunakan waktu sebaik baiknya, sehingga materi yang disampaikan nantinya dapat menjadi ilmu dalam melanjutkan tugas kita sebagai dosen, sebagai mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.”

Selain itu Wakil Rektor juga menambahkan, “ Unsam mempunyai 5 Fakultas dengan 25 Program Studi, sekitar  6.500  mahasiswa semester ganjil 2021/2022 ini serta dengan jumlah dosen 301 orang, maka untuk mengoptimalisasi peran kita, mengingat tidak semua memungkinkan untuk hadir dalam acara ini agar ilmu yang diperoleh disini dapat disampaikan pada yang lain.”  Harap Wakil Rektor.

Prof. Dr. Ir. Nasrul Arahman, S.T., M.T  dalam  paparan materinya menyampaikan bahwa untuk menjadi mahasiswa yang sukses ada beberapa kriteria diantaranya selain lulus kuliah tepat waktu, juga diiringi dengan hasil evaluasi nilai yang cemerlang, memiliki kompetensi umum dan khusus serta memiliki keahlian tambahan ( Soft skill ) sehingga mudah dalam beradaptasi dengan dunia kerja. Sedangkan untuk menuju sukses itu sendiri kita dituntut untuk memiliki semangat belajar yang tinggi dalam menuntut ilmu, menyelesaikan tugas perkuliahan dengan baik dan sesuai target, mengasah ketrampilan yang dimiliki dengan rajin mengikuti forum pengembangan keahlian, berkarya dan berprestasi diantaranya dengan memanfaatkan ajang  kompetisi ilmiah mahasiswa, memaksimalkan partisipasi pada forum kewirausahaan mahasiswa, dan melalui kegiatan pengabdian akan mengasah jiwa manajerial dan melatih kemampuan diri bekerja dalam masyarakat.

Dalam paparannya juga menjelaskan pentingnya Communication Skill bukan hanya bagi para dosen pada saat mengajar, tetapi juga sangat dibutuhkan di dunia milenial masa kini, misalnya yang bersifat entrepreneur.

“Apakah kita bisa berkarya dan berprestasi? tetapi ternyata dengan usaha dan semangat yang kita miliki kita akan dapat menggapai cita cita kita yang terkadang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Jadi terus diarahkan dalam belajar, Dengan kita terus belajar,berkarya dan berprestasi setelah lulus  kita akan mudah mendapatkan pekerjaan. Sebenarnya kita jangan pernah merasa minder,  apapun bidang studi yang anda masuki sekarang kita punya peluang yang sama untuk menjadi sukses”, ungkap beliau.  

 Prof. Dr. Ir. Nasrul   juga menambahkan , “LPPM merupakan suatu pusat yang sangat menentukan kemajuan sebuah universitas,  artinya kita harus menyiapkan diri kita dari sekarang, karena kita tidak  mengetahui jadi apa kita nanti. Oleh karena itu persiapkan semuanya  sehingga ke depan kita tinggal memilih yang kita inginkan. Sesuai yang bapak menteri pendidikan tekankan bahwa lulusan perguruan tinggi harus siap pakai, kalau dulu selesai kuliah masih memikirkan harus kerja dimana yang sesuai dengan jurusan, tetapi sekarang dengan MBKM kita bebas memilih termasuk dalam proposal penelitian juga berlaku MBKM yang sebelumnya belum pernah ada”.

Pada kesempatan ini juga dilakukan tanya jawab dengan peserta dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (Humas Unsam)