TIM PKM Universitas Samudra Melakukan Pemanfaatan Model Mitigasi Global Warming Dalam Upaya Mengurangi Dampak Heat Urban Island pada Kawasan Pesisir Pusong Langsa

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Samudra melakukan pendampingan masyarakat melalui Pemanfaatan model mitigasi pemanasan global sebagai Upaya mengurangi dampak Heat Urban Island pada Kawasan Pesisir Desa Telaga Tujuh Pusong Langsa, kecamatan Langsa Barat Kota Langsa.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 September 2023 yang didanai melalui Hibah Pengabdian Universitas Samudra Tahun 2023. Ketua Tim PKM dikoordinasi oleh Ir. Nova Purnama Lisa, ST., M.Sc dengan Tim Anggota Ir. Meilandy Purwandito, ST., MT.,  Eka Mutia, ST., MT dan Ramdan Afrian, S.pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa mahasiswa Univeristas Samudra untuk turut terlibat dalam kegiatan pengabdian Masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala dusun dan perwakilan Masyarakat Desa Telaga Pusong. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Geuchik  Desa Telaga Tujuh (Pusong).

Fenomena global warming merupakan kejadian meningkatnya temperatur rat-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Dampak pemanasan global secara berlebihan berdampak merugikan bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan lautan. Hal ini juga akan sangat berkaitan dengan perubahan iklim yang sangat signifikan. Fenomena Urban Heat Island (UHI) merupakan fenomena alam khususnya berkaitan dengan iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu kawasan pusat perkotaan padat, begitu juga pada kawasan pesisir yang padat. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan dari pemanasan global yang terjadi, seperti naiknya permukaan air laut, menyebabkan banjir rob pada wilayah pesisir, adanya anomali perubahan suhu dan curah hujan yang menimbulkan kekeringan maupun banjir bahkan cuaca ekstrim. Selain itu efek UHI  ini juga meningkatkan biaya energi (seperti, penggunaan AC), tingkat polusi udara, dan penyakit serta kematian yang diakibatkan oleh fenomena peningkatan suhu tersebut.

Pemasangan alat ukur temperatur suhu pada permukaan atap bangunan dan kawasan

Kegiatan pengabdian ini diawali dengan observasi awal yang dilakukan sejak 25 Juli 2023 sampai dengan September 2023, melakukan pengukuran peningkatan iklim mikro dan temperature surface pada atap rumah dan lingkungan di kawasan Pusong, dibeberapa titik pengukuran.  Dari hasil pengukuran tercatat suhu mikro (lingkungan)  mencapai 43,3 – 45,4 ºC . Hasil pengukuran ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yang ingin memberikan solusi dengan pemanfaatan model mitigasi mengurangi dampak Urban Heat Island (UHI) mengaplikasikan teknologi material bangunan ramah lingkungan, yang mampu mereduksi suhu panas matahari. Material yang diaplikasikan yaitu mengaplikasikan penggunaan cat reflektor panas yang mampu mereduksi/mengurangi panas matahari. Cat reflektor panas yang digunakan yaitu cat BeCool yang diaplikasikan khusus pada atap bangunan. Cat ini dapat diterapkan pada berbagai macam material atap, seperti atap asbes, baja/metal, genteng dan beton. Cat BeCool, sebuah inovasi material dengan albedo -SRI (Solar Reflectance Index) tinggi. BeCool berwarna putih dengan spesifikasi SRI 106, Solar reflectance 0.84, thermal emittance 0.90 sehingga mampu mereduksi panas mencapai 5-15 ºC.

Kegiatan PKM ini juga diikuti oleh mahasiswa Prodi Teknik Sipil, sebagai media pembelajaran dalam mengiplementasikan keilmuan yang didapat dalam perkuliahan.

Tim Pengabdian yang diketuai oleh Ir. Nova Purnama Lisa, ST., M.Sc, menyampaikan bahwa kegiatan  ini untuk mengedukasi Masyarakat kawasan pesisir khususnya, bahwa dampak pemanasan global pada kawasan pesisir nyata adanya. Kawasan pesisir yang semakin padat keberadaan bangunan, hingga gelombang pendek radiasi matahari yang terpantul pada material-material penutup lahan hingga menjadikan panas yang terperangkap dan menimbulkan peningkatan iklim mikro kawasan pesisir. Peningkatan suhu mikro pada kawasan hunian juga berdampak pada kesehatan. Suhu panas yang berlebihan yang diterima oleh tubuh manusia dapat mengakibatkan  heat stroke yaitu serangan panas pada tubuh akibat cuaca panas karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan. Suhu badan dapat meningkat dengan cepat hingga 41 ºC dalam jarak waktu 10-15 menit, Heat stroke dapat memperberat kondisi orang yang sedang sakit dan menyebabkan kematian.  Oleh karena itu, kegiatan ini memberikan solusi bagaimana pemanfaatan model mitigasi dengan menerapkan material ramah lingkungan pada bangunan dengan menggunakan Cat reflektor panas yang dapat mereduksi panas matahari dengan teknologi Cool Roof.

Penggunaan Cat Reflektor Surya pada Atap (Cat: Putih)Rumah Masyarakat Pusong  (9/9/2023).

Proses Pengecatan Pada Kantor Geuchick Pusong Menggunaan Cat Reflektor Panas Guna Mereduksi Panas Matahari.

Bapak Irwansyah selaku kepala desa (Geuchik) Telaga Tujuh menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat mengedukasi dan bermanfaat bagi masyarakat pesisir pusong, yang berdampak langsung terhadap pemanasan global serta perubahan iklim yang terjadi saat ini.