Unsam dan Pemkab Aceh Timur Teken MoU Penguatan kerja Sama Pendidikan Daerah

SIARAN PERS
44/UN54.15/HM.02.03/2026

Aceh Timur, 30 Januari 2026 – Universitas Samudra (UNSAM) melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sebagai bentuk penguatan kerja sama dan komitmen bersama dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pembangunan daerah. Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Pendopo Aceh Timur, Jum’at (30/1/2026).

Rektor Universitas Samudra, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., menyampaikan bahwa kunjungan UNSAM ke Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga menjadi momentum silaturahmi sekaligus bentuk empati atas bencana banjir yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Ia menjelaskan bahwa meskipun fasilitas kampus UNSAM tidak terdampak banjir, sebagian besar civitas akademika merasakan dampak bencana tersebut.

“Sekitar 80 persen mahasiswa dan hampir 90 dosen UNSAM terdampak banjir, khususnya yang berdomisili di wilayah Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang,” ujar Rektor.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah menyalurkan bantuan biaya hidup kepada mahasiswa terdampak sebesar Rp1.250.000 per bulan selama tiga bulan. Bantuan tersebut diterima oleh sekitar 1.500 mahasiswa UNSAM, termasuk 156 mahasiswa asal Aceh Timur yang telah menerima bantuan melalui rekening masing-masing.

UNSAM juga terus membuka peluang program pengabdian kepada masyarakat melalui skema proposal dosen, serta menunggu kebijakan lanjutan terkait penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak bencana. Selain itu, UNSAM memperoleh kuota penerimaan mahasiswa baru sebanyak 3.020 mahasiswa dengan perkembangan jumlah program studi yang signifikan, dari 25 program studi pada tahun 2021 menjadi 35 program studi saat ini, termasuk tiga program magister (S2) yaitu Hukum, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Dalam kesempatan tersebut, UNSAM menindaklanjuti arahan Bupati Aceh Timur terkait rencana pemanfaatan Gedung Magnet School di Peureulak sebagai bagian dari pengembangan kegiatan akademik. Gedung tersebut direncanakan mulai difungsikan pada Semester Ganjil September 2026, dengan target menampung sekitar 500 hingga 700 mahasiswa, khususnya dari Aceh Timur. Kehadiran kegiatan akademik ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menyambut baik kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Universitas Samudra. Ia mengapresiasi kontribusi UNSAM, termasuk keterlibatan mahasiswa Fakultas Teknik dalam proses verifikasi data kerusakan bangunan pascabencana di lapangan.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Aceh Timur,” ujar Bupati.

Magnet School sebagai pusat pendidikan melalui kerja sama dengan UNSAM yang akan ditindaklanjuti dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS). Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu mengembalikan harapan masyarakat serta mendorong kemajuan pendidikan di wilayah Peureulak dan sekitarnya.

Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak awal kolaborasi berkelanjutan antara UNSAM dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam mendukung pemulihan pascabencana sekaligus mempercepat pembangunan pendidikan yang inklusif dan berdaya saing. (HumasUnsam)

Kontak Media:

Humas Universitas Samudra

Mawaddah Ulya
Telepon/WA: 0811-6888-797
Email: humas@unsam.ac.id
Website: https://unsam.ac.id/

Scroll to Top